Tito Karnavian Sampaikan Orasi Ilmiah, Diesnatalis Unsri Ke-65
Tito Karnavian berfoto bersama dengan Gubernur Sumatera Selatan dan Rektor Unsri atas undangan acara Diesnatalis ke-65 Unsri --
OGANILIR.CO-Diesnatalis Ke-65 Universitas Sriwijaya (Unsri) mendatangkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Jenderal Pol. Purn. (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, B.A., M.A., Ph.D.
Tito Karnavian hadir menyampaikan orasi ilmiah bukan sebagai alumni Unsri, melainkan sebagai Ketua Majelis Wali Amanat Unsri.
Sebelumnya Rektor Unsri Prof Dr Taufiq Marwa SE., MSi, mengatakan Diesnatalis ke 65 Unsri bukan sekedar momentum perayaan usia, melainkan sebuah refleksi perjalanan maju mundur untuk merenungkan kembali apa yang sudah terjadi dan akan dilakukan.
BACA JUGA:Gubernur Riau Terjaring OTT KPK, Besok Diterbangkan ke Jakarta
Pada Diesnatalis ke-65 Unsri kata Rektor Taufiq Marwa sengaja menghadirkan Jenderal Pol. Purn. (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian selaku Ketua Majelis Wali Amanat Unsri .
Sementara Tito Karnavian dengan menggunakan jubah rektoratnya menyampaikan orasi ilmiah dengan mengambil tema "Peran Perguruan Tinggi Dalam Mendukung Indonesia Emas 2045.
Namun sebelum menyampaikan orasi ilmiah Tito Karnavian sempat menyebutkan dirinya bukan alumni Unsri, melainkan di keluarga besarnya dilingkaran keluarga Unsri.
BACA JUGA:Zero ODOL Untuk Keselamatan Berkendaraan di Tol, HK Terus Lakukan Sosialisasi
"Orang Tua Saya dari Fakultas Ekonomi Unsri, Saudara saya juga rata-rata semuanya alumni Unsri, cita-cita saya sebenarnya ingin jadi Gubernur atau TNI, Namun ketika lulus Akabri diarahkan menjadi Polri bukan tentara. Akhirnya tidak jadi tentara, tidak jadi gubernur, tapi
Akhirnya jadi Kapolri dan Mendagri,"terangnya.
Dalam penjelasan singkatnya Indonesia Emas 2045 diartikan pada tahun tersebut Indonesia berusia 100 tahun, yang berarti tahun emas.
"Tahun emas itu bukan jargon, melainkan target , dimana hasil survei dari beberapa lembaga kredibel pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik Indonesia semakin baik dan menjadi kekuatan ekonomi, dimana pada tahun tersebut Indonesia diposisi 4 atau 5 terbesar di dunia atau setara dengan Jepang dan Korea,"kata Tito.
BACA JUGA:Kenapa Perokok Lebih Rentan Alami Gangguan Mental?
Tito menyakini dengan berbagai prediksi lembaga internasional, seperti International Monetary Fund (IMF), McKinsey, dan World Bank. Dan dengan trajectory pertumbuhan ekonomi dan stabilitas politik yang baik, Indonesia akan melompat.
Tahun 2040 sampai 2045 menjadi kekuatan ekonomi dominan nomor empat atau nomor lima terbesar di dunia.
" Indonesia juga memiliki potensi dari sisi struktur sosial-ekonomi, khususnya tumbuhnya kelas menengah. Dan dominasi kelas menengah yang terdidik dan terlatih akan menjadi pendorong utama Indonesia menuju negara maju.
BACA JUGA:Simak! 3 Kebiasaan Kecil yang Membuat Kulit Kamu Cepat Glowing
Tito menambahkan, keyakinan lain terhadap terwujudnya Indonesia sebagai negara maju didasarkan pada dua hal, yakni perubahan paradigma pertarungan dunia dari realisme ke liberalisme dan konstruktivisme, serta studi empiris personal.
Hadir acara Diesnatalis Unsri, Gubernur Sumsel H Herman Deru, Bupati Ogan Illr Panca Wijaya Akbar, Bupati Musi Banyuasin H Toha Tohe dan undangan lainnya (Sid)
Sumber:

