Inilah 8 Tips agar Bulu Kucing Tidak Gampang Rontok dan Mudah Dilakukan!

Inilah 8 Tips agar Bulu Kucing Tidak Gampang Rontok dan Mudah Dilakukan!

Tips agar Bulu Kucing Tidak Mudah Rontok --

oganilir.co - Bulu kucing yang rontok sering menjadi keluhan utama para pemilik anabul. Mulai dari sofa penuh bulu, pakaian yang lengket, sampai kekhawatiran soal kesehatan kucing itu sendiri.

Sayangnya, masih banyak pemilik kucing yang menganggap rontok sebagai hal yang tak bisa dihindari sepenuhnya. Akibatnya, perawatan bulu sering dilakukan asal-asalan atau hanya fokus membersihkan bulu yang sudah rontok, bukan mencegahnya dari awal.

Padahal, ada berbagai cara agar bulu kucing tidak rontok yang bisa dilakukan secara konsisten dan aman.

Melalui artikel ini, kamu akan mempelajari penyebab umum bulu kucing rontok serta 8 cara efektif untuk menguranginya!

Kenapa Bulu Kucing Bisa Rontok?

Bulu kucing rontok bisa terjadi karena berbagai faktor, mulai dari kondisi alami hingga masalah kesehatan. Beberapa penyebab paling umum antara lain:

Proses alami pergantian bulu (shedding): Kucing secara alami mengalami pergantian bulu, terutama saat perubahan musim. Rontok jenis ini masih tergolong normal selama tidak menyebabkan kebotakan atau iritasi kulit.

Kurangnya perawatan bulu: Kucing yang jarang disikat akan lebih mudah menumpuk bulu mati, sehingga rontok terlihat lebih banyak dan bulu menjadi rapuh.

Pola makan yang tidak seimbang: Kekurangan nutrisi seperti protein, asam lemak esensial, vitamin, dan mineral dapat membuat bulu kucing kering, mudah patah, dan rontok berlebihan.

Stres atau perubahan lingkungan: Perubahan rutinitas, pindah rumah, atau kehadiran hewan baru dapat memicu stres yang berdampak pada kerontokan bulu.

Masalah kesehatan kulit: Infeksi jamur, alergi, kutu, atau gangguan kulit lainnya sering menyebabkan bulu rontok tidak merata dan disertai gatal atau kemerahan.

Usia dan kondisi fisik kucing: Kucing senior atau kucing dengan kondisi kesehatan tertentu cenderung memiliki bulu yang lebih rapuh dan mudah rontok.

8 Tips agar Bulu Kucing Tidak Gampang Rontok

Mengurangi kerontokan bulu kucing membutuhkan pendekatan yang konsisten dan menyeluruh. Tidak cukup hanya satu cara, kombinasi perawatan, nutrisi, dan kebiasaan sehari-hari sangat berpengaruh pada kesehatan bulu kucing.

Berikut cara agar bulu kucing tidak rontok yang bisa kamu terapkan mulai dari sekarang:

1. Rutin Menyikat Bulu Kucing

Menyikat bulu adalah langkah paling dasar, tetapi sering diremehkan. Padahal, menyikat bulu secara rutin membantu mengangkat bulu mati sebelum rontok dan menempel di sekitar rumah.

Manfaat menyikat bulu kucing secara rutin antara lain:

Mengurangi jumlah bulu mati yang rontok

Mencegah bulu kusut dan menggumpal

Merangsang sirkulasi darah di kulit

Membantu distribusi minyak alami agar bulu lebih sehat

Idealnya, kucing berbulu pendek disikat 2–3 kali seminggu, sementara kucing berbulu panjang disarankan disikat setiap hari. Gunakan sisir yang sesuai dengan jenis bulu agar kucing tetap nyaman.

2. Berikan Makanan Bernutrisi Seimbang

Salah satu penyebab utama bulu kucing rontok berlebihan adalah kurangnya nutrisi. Bulu yang sehat membutuhkan asupan gizi yang tepat, terutama protein dan lemak sehat.

Nutrisi penting untuk kesehatan bulu kucing meliputi:

Protein berkualitas tinggi untuk pertumbuhan bulu

Asam lemak omega-3 dan omega-6 untuk menjaga kelembapan kulit

Vitamin dan mineral untuk memperkuat akar bulu

Pastikan makanan kucing mengandung nutrisi lengkap sesuai usianya. Pola makan yang baik tidak hanya membuat bulu lebih kuat, tetapi juga lebih berkilau dan tidak mudah patah.

3. Pastikan Kucing Terhidrasi dengan Baik

Kurangnya cairan dalam tubuh kucing dapat membuat kulit menjadi kering dan menyebabkan bulu mudah rontok. Sayangnya, banyak kucing kurang minum air, terutama kucing yang hanya mengonsumsi makanan kering.

Kulit yang terhidrasi dengan baik akan membantu menjaga akar bulu tetap kuat dan mengurangi risiko kerontokan.

Beberapa cara membantu kucing tetap terhidrasi:

Sediakan air bersih setiap saat

Gunakan mangkuk air yang terpisah dari tempat makan

Pertimbangkan water fountain untuk menarik minat minum

Kombinasikan makanan kering dengan makanan basah

4. Mandikan Kucing dengan Cara yang Tepat

Memandikan kucing memang tidak perlu terlalu sering, tetapi jika dilakukan dengan benar, mandi bisa membantu mengurangi kerontokan bulu. Mandi membantu mengangkat bulu mati, kotoran, dan minyak berlebih yang menumpuk di kulit.

Mandi yang terlalu sering atau menggunakan produk yang tidak sesuai justru bisa membuat kulit kucing kering dan memperparah kerontokan.

Hal yang perlu diperhatikan saat memandikan kucing:

Gunakan shampo khusus kucing, bukan sampo manusia

Jangan terlalu sering memandikan kucing

Bilas hingga bersih agar tidak ada residu

Pastikan bulu dikeringkan dengan baik

5. Kurangi Stres pada Kucing

Stres merupakan salah satu penyebab kerontokan bulu yang sering tidak disadari. Kucing adalah hewan yang sensitif terhadap perubahan, dan stres dapat memicu perilaku menjilat berlebihan yang membuat bulu semakin rontok.

Kucing yang merasa aman dan tenang cenderung memiliki kondisi bulu yang lebih sehat.

Beberapa hal yang bisa membantu mengurangi stres pada kucing:

Menjaga rutinitas harian tetap konsisten

Memberikan ruang aman untuk kucing beristirahat

Menghindari perubahan lingkungan secara mendadak

Memberikan waktu bermain yang cukup

6. Jaga Kebersihan Lingkungan dan Tempat Tidur

Lingkungan yang kotor dapat menjadi sarang bakteri, jamur, dan parasit yang memicu masalah kulit. Jika kulit terganggu, bulu kucing akan lebih mudah rontok.

Lingkungan yang bersih membantu menjaga kesehatan kulit dan mengurangi risiko kerontokan berlebih.

Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

Rutin membersihkan tempat tidur kucing

Menjaga kebersihan litter box

Membersihkan area bermain dan tidur secara berkala

7. Perhatikan Kesehatan Kulit Kucing

Kerontokan yang tidak normal sering berkaitan dengan masalah kulit. Jika kucing mengalami gatal, kemerahan, atau kebotakan di area tertentu, sebaiknya segera diperhatikan.

Jika gejala berlanjut, konsultasi dengan dokter hewan sangat disarankan agar penanganannya tepat.

Tanda-tanda masalah kulit pada kucing meliputi:

Bulu rontok tidak merata

Kulit bersisik atau kemerahan

Kucing sering menggaruk atau menjilat tubuh

8. Rutin Periksa Kesehatan Kucing

Pemeriksaan rutin ke dokter hewan membantu mendeteksi masalah kesehatan sejak dini. Beberapa gangguan medis, seperti gangguan hormon atau alergi, bisa menyebabkan kerontokan bulu berlebihan.

Perawatan yang konsisten dan menyeluruh menjadi kunci utama dalam menerapkan cara agar bulu kucing tidak rontok secara efektif.

Dengan pemeriksaan berkala:

Masalah kesehatan bisa terdeteksi lebih cepat

Perawatan bisa disesuaikan dengan kondisi kucing

Risiko kerontokan berlebihan dapat diminimalkan. 

Sumber: