Diincar AS Sejak 2020, Maduro Harus Rela Tidur Berpindah Rumah

Diincar AS Sejak 2020, Maduro Harus Rela Tidur Berpindah Rumah

Nicolas Maduro dan istri. --

oganilir.co - Operasi militer Amerika Serikat (AS) ke Venezuela sukses menggulingkan pemerimtahan Nicolas Maduro.

Maduro dan istrinya Cilia.Flores berhasil ditangkap dan diculik oleh Delta Force dari Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) pada Sabtu (3/1/2026). Di waktu yang sama, AS juga turut menyerang ibu kota Venezuela, Caracas.

Maduro ditangkap merupakan buntut dari tuduhan sebagai pengedar narkoba terbesar di dunia. Maduro diduga telah bekerja sama dengan kartel untuk membanjiri AS dengan kokain yang dicampur fentanyl.

Niat AS untuk menangkap Maduro ternyata sudah direncanakan sejak 2020 dan terakhir kali pada Agustus 2025. Kala itu, AS menawarkan bagi siapa pun yang berhasil menangkap Maduro akan mendapat hadiah US$ 50 juta atau sekitar Rp 835 miliar (kurs Rp 16.758).

BACA JUGA:Badan Penerbangan Federal AS Ingatkan Maskapai untuk Tidak Terbang ke Venezuela

Maduro tentu tak bisa tenang ketika dirinya menjadi incaran AS. Alhasil, orang nomor satu di Venezuela itu harus bersembunyi agar tidak diketahui keberadaannya.

Sebelum ditangkap, Maduro menjalani hari-harinya dengan penuh rasa khawatir. Ia dikabarkan harus mengganti ponsel usai melakukan panggilan telepon. Bahkan ia sampai harus pindah-pindah kamar tidur saat beristirahat di malam hari.

Dilansir situs New York Post, Selasa (6/1/2026), orang-orang terdekat Maduro mengatakan sejak Desember 2025 sang pemimpin negara itu terus merasa khawatir dan tidur kurang nyenyak. Memang, ketegangan antara AS dan Venezuela semakin tinggi menjelang akhir 2025.

Sumber tersebut juga mengatakan kalau Maduro harus rela pindah-pindah tempat tidur setiap malam. Langkah ini dilakukan Maduro agar tidak terlacak oleh militer AS yang bisa saja menyerbu rumahnya secara tiba-tiba.

BACA JUGA:Trump Ancam Presiden Venezuela, Janjikan Jaminan Keamanan

Maduro dikatakan harus rela tidur di ruang tamu atau pindah ke kamar tidur lainnya. Terkadang, ia memilih beristirahat di dapur hingga gudang karena tempat itu dirasa lebih aman dan dapat mengelabui tentara AS.

Nahas, usaha Maduro dengan cara pindah-pindah tempat tidur berujung sia-sia. Ia berhasil ditangkap bersama istrinya di kamar tidur pada tengah malam saat tengah beristirahat. Mereka kemudian dibawa ke New York untuk menghadapi dakwaan di pengadilan federal Manhattan, mengutip CNN.

Menurut pejabat penegak hukum AS, Badan Penegak Narkoba AS (DEA) telah bekerja selama bertahun-tahun untuk mendakwa Maduro dan beberapa pemimpin militer tinggi di Venezuela.

Maduro didakwa di pengadilan federal Manhattan pada tahun 2020, selama masa kepresidenan Trump pertama, bersama beberapa sekutu dekatnya atas tuduhan federal terorisme narkoba dan konspirasi untuk mengimpor kokain.

Sumber: