Suara Dentuman Keras Disertai Cahaya Terjadi di Kawasan Puncak, ini Kata Badan Geologi
Sinar kemerahan di langit Puncak. --
CIANJUR, oganilir.co - Suara dentuman keras dan kilatan cahaya misterius terjadi di kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, Jawa Barat pada Senin (5/1/2025) malam. Apakah ada hubungannya dengan Gunung Gede?
Merujuk kesaksian sejumlah warga, dentuman itu terjadi sekitar pukul 22.15 WIB. Dentuman tersebut begitu menggelegar hingga terdengar di sejumlah wilayah, mulai dari Kecamatan Cipanas hingga Pacet.
Selain suara menggelegar, warga juga melihat cahaya kemerahan yang membelah langit di wilayah utara Cianjur.
Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BBTNGGP) memastikan suara dentuman dan kilatan cahaya misterius yang sempat menghebohkan warga kawasan Puncak, Kabupaten Cianjur, bukan berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Gede Pangrango.
BACA JUGA:Gunung Semeru Erupsi 124 Kali Dalam 24 Jam, Warga Diimbau tak Beraktivitas
Kepala Humas BBTNGGP, Agus Deni, mengatakan berdasarkan data Badan Geologi, PVMBG, dan Kementerian ESDM, aktivitas Gunung Gede Pangrango masih berada pada Level I atau normal.
"Tidak ada aktivitas vulkanik yang menyebabkan dentuman tersebut. Kami mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpancing isu yang tidak benar," kata Agus Deni, Selasa (6/1/2026), dikutip dari detikJabar.
Dia menyebut bahwa dentuman dan cahaya tersebut diduga berasal dari kawasan Ciloto, Kecamatan Cipanas. Berdasarkan laporan petugas jaga, pada malam kejadian sempat terdengar gemuruh dan getaran yang kemungkinan besar dipicu oleh petir, tetapi bukan berasal dari arah Gunung Gede Pangrango.
Sementara itu, Supartoyo, penyelidik Bumi Utama Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), mengatakan dentuman dan cahaya kemerahan di langit itu diduga dipicu oleh fenomena energi elektromagnetik.
BACA JUGA:Gunung Semeru Erupsi, BPBD Lumajang Turunkan Tim Reaksi Cepat
"Diduga berkaitan dengan fenomena atmosfer dan geofisika," kata Supartoyo.
"Untuk pemicunya belum tahu, karena tidak ada aktivitas kegempaan yang biasanya memicu hal ini," ujarnya.
Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Jabar, Teguh Rahayu, mengatakan dentuman itu bukan dari aktivitas kegempaan dan petir.
"Berdasarkan data dari BMKG Bandung tidak ada aktivitas kegempaan dan petir yang tercatat di daerah tersebut," kata dia.
Sumber:

