Ini Sejarah Greenland dan Denmark Hingga AS Ingin Mencaplok Pulau Terbesar di Dunia itu
Wilayah otonom Greenland. --
oganilir.co - Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump ngotot akan mencaplok Greenland yang merupakan bagian dari wilayah otonom Denmark.
Greenland merupakan pulau terbesar di dunia yang bukan benua. Meski letaknya jauh dari Eropa, wilayah ini hingga kini masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark, sebuah fakta yang kerap memunculkan tanda tanya.
Hubungan Greenland dan Denmark bukan terbentuk secara tiba-tiba. Keterkaitan keduanya telah berlangsung hampir seribu tahun, bermula dari ekspansi bangsa Viking hingga pengaturan status politik di era modern.
Lalu, bagaimana sejarah Greenland bisa menjadi milik Denmark dan mengapa Presiden AS Donald Trump ingin mengambil alih wilayah tersebut? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.
BACA JUGA:Badan Penerbangan Federal AS Ingatkan Maskapai untuk Tidak Terbang ke Venezuela
Poin utamanya:
- Greenland terhubung dengan Denmark sejak era Viking dan resmi menjadi bagian Kerajaan Denmark hingga kini.
- Meski memiliki pemerintahan sendiri, urusan luar negeri dan pertahanan Greenland masih dipegang Denmark.
- Amerika Serikat memandang Greenland strategis dari sisi militer, geopolitik Arktik, dan sumber daya alam.
Kenapa Greenland Milik Denmark?
Greenland dikenal sebagai pulau terbesar di dunia yang bukan benua. Meski letaknya sangat jauh dari Eropa, wilayah ini hingga kini masih menjadi bagian dari Kerajaan Denmark. Hubungan keduanya bukanlah hal baru, melainkan telah berlangsung selama hampir seribu tahun.
Dikutip dari laman resmi Pemerintah Denmark, keterkaitan Greenland dengan Denmark berawal dari kedatangan bangsa Norse pada abad ke-10. Kelompok Viking yang dipimpin Erik the Red menetap di Greenland bagian selatan pada sekitar tahun 1200-an.
BACA JUGA:Trump Ancam Presiden Venezuela, Janjikan Jaminan Keamanan
Sejak saat itu, Greenland mulai terhubung secara politik dan budaya dengan wilayah Skandinavia. Meski pemukiman Norse kemudian menghilang sekitar tahun 1500 Masehi, klaim dan pengaruh Denmark atas Greenland tetap berlanjut.
Pada era modern, Greenland secara resmi menjadi koloni Denmark hingga tahun 1953. Setelah itu, statusnya berubah menjadi distrik Denmark, bukan lagi koloni. Perubahan ini menandai langkah awal menuju pengakuan hak politik yang lebih besar bagi penduduk Greenland, tanpa sepenuhnya lepas dari Denmark.
Sumber:


