Terbukti Lakukan Bullying, Kemenkes Tutup PPDS Prodi Mata Unsri

Terbukti Lakukan Bullying, Kemenkes Tutup PPDS Prodi Mata Unsri

Ilustrasi. Foto: Getty Images--

JAKARTA, oganilir.co - Buntut dari laporan perundungan atau bullying yang terjadi di Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Prodi Mata Universitas Sriwijaya (Unsri) di Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) berujung sanksi pemberhentian sementara oleh Kementerian Kesehatan. 

Kasus ini semula ramai disorot pasca beredar sebaran broadcast message WhatsApp dalam bentuk tangkapan layar yang kemudian diunggah di media sosial Instagram.

Direktur Jenderal Kesehatan Lanjutan Kemenkes RI Azhar Jaya memastikan pihaknya sudah melakukan penelusuran lebih lanjut. Pelanggaran yang kemudian teridentifikasi adalah adanya 'pungutan liar' di luar biaya pendidikan seharusnya.

BACA JUGA:Reformasi PPDS, Menkes Pastikan Residen Digaji Selama Kuliah Tanpa Pungli

"Sudah saya hentikan sementara kegiatan residensinya di RSMH," kata pria yang akrab disapa Pak Aco tersebut seperti dilansir detikcom Senin (12/1/2026).

Aco menekankan sanksi tersebut diberikan dengan harapan adanya efek jera. Sanksi semacam ini juga berlaku pada prodi lain yang masih melanggengkan perundungan di lingkup PPDS.

Dia juga meminta pihak terkait segera melakukan perbaikan agar prodi mata PPDS di RSMH bisa kembali dibuka. Sanksi yang sama juga ditegaskan Aco berlaku bagi prodi lain yang melakukan hal serupa.

"Iya memang terbukti ada pengeluaran yang di luar seharusnya. Soal berapa lama (ditutup) ini tergantung dari rencana aksi dan implementasinya di lapangan. Ada serangkaian kegiatan yang harus mereka laksanakan seperti di Undip dan Unsrat. Semua fakultas kami perlakukan sama," tegas dia.

BACA JUGA:Kejar Target IKU, Unsri Undang Pakar

Sebelumnya diberitakan, aksi bullying dilaporkan terjadi di Universitas Sriwijaya dan berdampak pada salah satu mahasiswa junior PPDS prodi mata. Korban disebut sempat melakukan percobaan bunuh diri dan akhirnya 'resign' dari PPDS. 

Bentuk perundungan yang diduga dilakukan senior dinilai beragam dengan rincian broadcast message sebagai berikut:

Para oknum senior PPDS tersebut meminta junior untuk membiayai keperluan pribadi, gaya hidup mewah senior, di antaranya:

- uang semesteran senior

- clubbing dan party senior

Sumber: