10 Tips Menghentikan Kucing Buang Air Kecil di Luar Kotak Pasir
Menghentikan Kucing Buang Air Kecil di Luar Kotak Pasir--
oganilir.co - Melihat kucing sering buang air kecil di luar kotak pasir tentu membuat pemilik kesal. Namun, para ahli menegaskan bahwa perilaku ini bukan bentuk kenakalan. Sebaliknya, kucing sedang menyampaikan bahwa ada kebutuhan atau masalah yang belum terpenuhi.
Mulai dari gangguan kesehatan, stres, bahkan konflik dengan kucing lain di rumah, ada banyak faktor yang dapat memicu kebiasaan buang air kecil sembarangan. Dengan penanganan yang tepat, perilaku ini umumnya bisa diatasi. Cara menghentikan kucing buang air kecil di luar kotak pasir
Dilansir dari PetMD, berikut sejumlah langkah yang bisa dilakukan untuk menghentikan kebiasaan kucing buang air kecil di luar litter box.
Periksa kondisi kesehatan kucing
Langkah pertama yang paling penting adalah membawa kucing ke dokter hewan. Masalah medis seperti infeksi saluran kemih, batu kandung kemih, diabetes, penyakit ginjal, atau radang sendi sering kali menjadi penyebab utama kucing enggan menggunakan kotak pasir.
Dokter hewan akan melakukan pemeriksaan fisik dan tes pendukung untuk memastikan apakah penyebabnya bersifat medis atau perilaku. Jika kucing dinyatakan sehat, barulah solusi lingkungan dan kebiasaan dapat diterapkan.
Bersihkan area yang terkena urine secara menyeluruh Sisa bau urine dapat menarik kucing untuk kembali buang air di tempat yang sama. Karena itu, pembersihan harus dilakukan sampai benar-benar tuntas.
Gunakan pembersih khusus
penghilang bau hewan, terutama untuk karpet, kasur, atau sofa. Untuk permukaan keras seperti lantai, cairan pembersih rumah tangga sudah cukup efektif. Membersihkan secara menyeluruh membantu memutus kebiasaan kucing kembali ke lokasi tersebut. Waspadai perilaku menandai wilayah Jika urine ditemukan menempel di dinding atau permukaan vertikal, kemungkinan besar kucing sedang menandai wilayah, bukan sekadar buang air. Perilaku ini umum terjadi pada kucing jantan yang belum dikebiri, tapi bisa juga muncul pada kucing yang merasa terancam.
Sementara itu, menciptakan lingkungan yang aman, menyediakan tempat bertengger, serta membatasi konflik antar-kucing dapat membantu mengurangi stres dan rasa teritorial.
Kelola stres kucing
Kucing adalah hewan yang sensitif terhadap perubahan. Hal sederhana seperti tamu baru, furnitur dipindahkan, suara keras, atau pemilik bepergian dapat memicu stres yang berdampak pada kebiasaan buang air. Menjaga rutinitas, menyediakan area tenang, serta menggunakan diffuser feromon atau camilan penenang dapat membantu mengurangi kecemasan. Konsultasi dengan dokter hewan juga penting jika stres pada kucing di rumah terlihat berlebihan.
Kurangi konflik antar kucing
Di rumah dengan lebih dari satu kucing, konflik sering kali tidak terhindarkan. Pertengkaran di sekitar kotak pasir dapat membuat kucing enggan menggunakannya. Solusinya, sediakan beberapa kotak pasir di lokasi berbeda agar tidak ada kucing yang mendominasi.
Kotak pasir terbuka juga disarankan karena membuat kucing merasa lebih aman dan waspada terhadap sekitarnya. Tambah jumlah kotak pasir Satu kotak pasir sering kali tidak cukup. Aturan umum yang dianjurkan adalah satu kotak pasir untuk setiap kucing, ditambah satu kotak ekstra.
Kucing dikenal sangat menjaga kebersihan. Kotak pasir yang sudah kotor atau berbau bisa membuat mereka mencari tempat lain untuk buang air.
Perhatikan letak kotak pasir
Lokasi kotak pasir sangat menentukan. Kotak yang terlalu tersembunyi, sulit dijangkau, atau berada di area bising cenderung dihindari kucing.
Jika rumah bertingkat, sebaiknya sediakan kotak pasir di setiap lantai. Lokasi yang tenang dan mudah diakses akan membuat kucing lebih nyaman menggunakannya.
Pilih kotak pasir yang nyaman
Kotak pasir tertutup memang terlihat rapi, tapi tidak selalu disukai kucing. Ruang yang sempit dan bau yang terperangkap bisa membuat kucing enggan masuk. Kotak pasir terbuka dengan ukuran luas dan sisi rendah umumnya menjadi pilihan terbaik, terutama untuk kucing tua.
Jaga kebersihan kotak pasir
Kotak pasir yang jarang dibersihkan hampir pasti membuat kucing buang air di tempat lain. Idealnya, kotoran dibersihkan setiap hari dan pasir diganti secara menyeluruh setiap satu atau dua minggu. Jika kesibukan pemilik menjadi kendala, kotak pasir otomatis bisa menjadi alternatif.
Gunakan pasir yang disukai kucing
Pasir beraroma wangi sering kali justru tidak disukai kucing karena indra penciumannya sangat sensitif. Pasir tanpa pewangi dan mudah menggumpal cenderung lebih diterima. Jika ingin mengganti jenis pasir, lakukan secara bertahap dan tetap sediakan pasir lama sebagai pilihan.
Sumber:


