Penduduk Asli Greenland Dikenal Pelaut Ulung, ini Sejarahnya
Pulau Arktik. Foto: Antiquity--
oganilir.co - Greenland yang akan dicaplok Amerika Serikat (AS) dari Denmark memiliki sejarah panjang kehidupan di pulau terbesar di dunia itu.
Manusia pertama yang menetap di wilayah Arktik bukanlah keturunan masyarakat modern seperti Inuit, melainkan kelompok kuno yang dikenal sebagai Paleo-Inuit. Bukti arkeologi menunjukkan manusia pertama tiba di High Arctic (Arktik Tinggi) sekitar 4.500 tahun lalu, tak lama setelah es mencair di wilayah tersebut.
Manusia pertama tiba di kawasan Artktik yang disebut Kalaallit Nunaat. Kawasan ini kelak menjadi Greenland.
Penduduk Pertama Arktik
BACA JUGA:Dukung Denmark, Prancis-Kanada Buka Konsulat di Greenland
Para penduduk pertama Arktik adalah pelaut dan penjelajah terampil yang secara rutin menyeberangi perairan terbuka sangat berbahaya. Perjalanan ini mereka tempuh demi mencapai pulau-pulau terpencil dan mengeksploitasi sumber daya alam setempat.
Dilansir dari Phys.org, riset menunjukkan kelompok ini sudah berulang kali menduduki gugusan pulau Kitsissut di utara Greenland. Penemuan hampir 300 fitur arkeologis, termasuk jejak struktur kemah dan bekas api unggun, memperlihatkan mereka pergi dan kembali ke pulau tersebut secara berkala untuk menangkap bahan makanan musiman seperti koloni burung laut.
Bagaimana Orang Pertama Kali Tiba di Arktik?
BACA JUGA:Jerman Serukan Boikot Piala Dunia 2026, Dampak Trump Ngotot Caplok Greenland
Kedatangan manusia pertama di lingkungan ekstrem Arktik bukanlah kebetulan. Menurut pakar arkeologi dan antropologi Dr Matthew Walls dari University of Calgary, perjalanan mereka melintasi perairan polynya menunjukkan kemampuan navigasi dan keterampilan maritim yang amat tinggi.
Diketahui, polynya adalah area laut yang tidak pernah membeku, bahkan pada musim dingin di Greenland.
"Itu adalah pelayaran luar biasa dengan perahu kulit kecil berkerangka kayu. Mereka harus menghadapi cuaca yang tak menentu, angin silang yang kuat, arus deras, dan risiko besar terseret ke arah Teluk Baffin," ujar Walls.
Walls menambahkan, perjalanan ini bukan sekadar ekspedisi tunggal, tetapi bagian dari kehidupan sosial yang diwariskan turun-temurun.
BACA JUGA:AS Caplok Greenland, Anggota Parlemen Denmark: Berarti Perang!
"Fakta bahwa komunitas awal ini melakukan perjalanan ini berulang kali, membawa keluarga dan perbekalan untuk mengakses sumber daya musiman seperti koloni burung laut di kepulauan, menunjukkan tingkat keahlian maritim yang mengubah cara kita memahami masa prasejarah ini," ucapnya.
Artinya, manusia kuno ini bukan sekadar terdampar di Arktik, tetapi secara aktif menyeberangi puluhan kilometer perairan dingin hanya dengan perahu tradisional.
Bertahan Hidup dan Membentuk Ekologi Arktik
Sumber:


