Gempa Terjadi di Beberapa Wilayah Indonesia Sejak Selasa Dini Hari
Ilustrasi. Foto: Antara--
BOGOR, oganilir.co - Gempa bumi terjadi di beberapa wilayah Indonesia sejak Selasa (10/3/2026) dini hari hingga pagi. Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat sedikitnya 20 gempa bumi berkekuatan magnitudo 2,1 hingga 4,1 mengguncang sejumlah wilayah Indonesia. Namun belum ada laporan kerusakan maupun korban jiwa.
Dilansir dari ANTARA, gempa terjadi antara pukul 00.44.43 WIB hingga 05.15.14 WIB dan tersebar di beberapa wilayah perairan serta daratan Indonesia.
Wilayah yang tercatat mengalami aktivitas gempa antara lain perairan Sumbawa, Laut Banda, Flores, Halmahera, Sumatera Selatan, selatan Pulau Jawa, serta Papua Barat.
BACA JUGA:Gempa Berkekuatan Magnitudo 6,4 Terjadi di Aceh, Tidak Berpotensi Tsunami
Salah satu gempa terbesar pada periode tersebut berkekuatan magnitudo 4,1 yang terjadi di Laut Banda pada pukul 01.13.28 WIB.
BMKG mencatat gempa tersebut berlokasi pada koordinat 7,08 derajat Lintang Selatan (LS) dan 129,99 derajat Bujur Timur (BT) dengan kedalaman mencapai 182 kilometer di bawah permukaan laut.
Gempa lainnya juga tercatat mengguncang wilayah selatan Pulau Jawa pada pukul 05.15.14 WIB. Gempa di selatan Jawa tersebut memiliki magnitudo 2,9 dan berada pada kedalaman sekitar 19 kilometer. Lokasi gempa itu berada pada koordinat 9,67 derajat LSdan 113,02 derajat BT di wilayah perairan selatan Jawa.
Selain dua gempa tersebut, BMKG juga mencatat sejumlah gempa kecil lainnya dengan magnitudo berkisar antara 2,2 hingga 3,1 di berbagai wilayah Indonesia.
BACA JUGA:Gempa Landa Sabah Berkekuatan 7,1 Magnitudo tak Berpotensi Tsunami di Kaltara
Gempa kerap terjadi di Indonesia karena berada di jalur Cincin Api Pasifik yang dikenal memiliki aktivitas gempa bumi dan vulkanik tinggi.
Zona ini merupakan kawasan yang membentang dari wilayah Asia Timur hingga Amerika yang ditandai dengan aktivitas tektonik intensif.
Pertemuan lempeng Eurasia, Indo-Australia, dan Pasifik menyebabkan wilayah Indonesia kerap mengalami gempa bumi.
Sebagian besar gempa yang terjadi di kawasan ini berasal dari aktivitas subduksi lempeng maupun pergerakan sesar aktif. (antaranews.com/dri)
Sumber:


