Ini Orang Indonesia Pertama Kali Menunaikan Ibadah Haji, Bukan Keluarga Ulama

Ini Orang Indonesia Pertama Kali Menunaikan Ibadah Haji, Bukan Keluarga Ulama

Jemaah haji asal OKI musim haji 2024. Foto: Istimewa--

JAKARTA, oganilir.co - Melaksanakan ibadah haji merupakan rukun Islam kelima. Di Indonesia, seorang Muslim yang pulang dari melaksanakan ibadah haji, nama depannya akan dilengkapi dengan sebutan H atau haji. 

Banyak yang tidak tahu siapa orang Indonesia pertama kali melaksanakan ibadah haji. Menariknya, orang itu ternyata bukan seorang ulama.

Meski bukan ulama, perjalanan haji pertamanya membuka jalan bagi masyarakat Indonesia untuk menunaikan ibadah di Tanah Suci. Simak sosok dan kisahnya berikut ini.

Sosok Orang Pertama Naik Haji di Indonesia

BACA JUGA:Layani Jamaah Haji, Arab Saudi Bangun Bandara Baru di Mekkah

Mengutip buku Prinsip Tradisionalistik dan Konsep Masa Depan Masyarakat Sunda karya Adeng Lukmantara, proses masuknya Islam di wilayah Sunda diperkirakan terjadi pada akhir abad ke-14 M. Lalu, pada awal abad ke-15 M, penyebaran Islam semakin luas, termasuk di lingkungan kerajaan.

Tokoh bangsawan yang pertama kali masuk Islam dikenal dengan nama Haji Purwa. Ia disebut sebagai orang pertama Indonesia dari suku Sunda yang menunaikan ibadah haji ke Mekkah.

Haji Purwa adalah sebutan untuk Bratalegawa, putra raja bernama Prabu Bunisora. Ia lahir pada 1272 Saka (1350 M) dan masih memiliki hubungan keluarga dengan Prabu Niskala Wastu Kancana, yang merupakan kakek dari Prabu Siliwangi.

BACA JUGA:Pemkab Ogan Ilir Gelar Manasik Haji Terintegrasi Tahun 2026

Bratalegawa berasal dari Kerajaan Galuh yang berada di wilayah Ciamis, Jawa Barat. Dalam buku Ensiklopedia Sejarah Lengkap Indonesia karya Adi Sudirman, dijelaskan bahwa Kerajaan Galuh didirikan pada tahun 612 M.

Merangkum arsip detikHikmah, meski lahir sebagai anak raja, Bratalegawa lebih tertarik pada dunia perdagangan. Saat dewasa, ia dikenal sebagai saudagar yang sangat kaya.

Ia memanfaatkan posisinya sebagai bangsawan untuk memperluas usaha. Bratalegawa memiliki banyak kapal dagang, perhiasan, hingga berbagai aset.

Dalam perjalanannya sebagai pedagang, ia sering berlayar ke berbagai wilayah, seperti Sumatera, Malaka, China, India, Persia, hingga Semenanjung Arab. Dari perjalanan ini, ia memiliki banyak relasi dari berbagai daerah dan kalangan.

BACA JUGA:Tak Terima Jadi Tersangka Kasus Kuota Haji, Mantan Menag Ajukan Praperadilan

Kisah Bratalegawa Naik Haji Pertama Kali

Bratalegawa yang sering berlayar akhirnya bertemu dan jatuh hati pada perempuan asal India bernama Farhana. Farhana merupakan putri saudagar kaya dari Gujarat yang beragama Islam.

Sumber: