Motjaba Khamenei tak Ingin Perang dengan AS-Israel, Tetapi Akan Melindungi Hak Sebagai Bangsa

Motjaba Khamenei tak Ingin Perang dengan AS-Israel, Tetapi Akan Melindungi Hak Sebagai Bangsa

Motjaba Khamenei. Foto: AFP--

TEHERAN, oganilir.co - Pemimpin Tertinggi Iran Motjaba Khamenei mengeluarkan pernyataan terkait perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Mojtaba Khamenei, mengatakan bahwa Republik Islam Iran tidak menginginkan perang dengan Amerika Serikat dan Israel, tetapi akan melindungi hak-haknya sebagai sebuah bangsa. Hal ini disampaikannya dalam pesan tertulis terbarunya yang dilaporkan televisi pemerintah Iran pada hari Kamis (9/4) waktu setempat.

"Kami tidak mencari-cari perang dan kami tidak menginginkannya," katanya dalam pesan yang dibacakan di televisi pemerintah, beberapa minggu setelah ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, wafat pada 28 Februari, di hari pertama perang melawan AS-Israel, dilansir Al Arabiya dan AFP, Jumat (10/4/2026).

BACA JUGA:Inggris tak Izin Pengkalan Militernya Digunakan AS Menyerang Infrastruktur Sipil Iran

"Tetapi kami tidak akan melepaskan hak-hak sah kami dalam keadaan apa pun, dan dalam hal ini, kami menganggap seluruh front perlawanan sebagai satu kesatuan," imbuh Khamenei, yang tampaknya merujuk pada Lebanon di mana Israel berperang dengan sekutu Teheran, kelompok Hizbullah.

Pemerintah Iran pekan ini menyetujui gencatan senjata selama dua minggu dengan Amerika Serikat, yang dapat mengarah pada negosiasi perdamaian setelah ancaman pemusnahan dari Presiden AS Donald Trump.

Khamenei mengatakan kepada warga Iran bahwa mereka "tidak boleh membayangkan bahwa turun ke jalan tidak lagi diperlukan" meskipun pengumuman gencatan senjata telah dilakukan.

"Suara Anda di ruang publik tidak diragukan lagi berpengaruh pada hasil negosiasi," katanya, menurut pesan yang disiarkan di televisi pemerintah Iran.

BACA JUGA:Proposal Gencatan Senjata Iran Kurang Memuaskan Namun Trump Puji Upaya Teheran

Mojtaba Khamenei, yang dilaporkan terluka dalam serangan yang menewaskan ayahnya, masih belum terlihat di depan umum sejak pengangkatannya sebagai pemimpin.

Ia telah mengeluarkan sejumlah pernyataan tertulis, sebagian besar dibacakan oleh presenter di televisi pemerintah.

Presiden AS Donald Trump bahkan berspekulasi bahwa ia mungkin telah meninggal. Namun, televisi pemerintah Iran melaporkan ia sedang dalam pemulihan dari luka-lukanya dan memposting foto-fotonya, tanpa menyebutkan kapan foto-foto itu diambil. (detik.com/dri)

 

Sumber: