BACA JUGA:KUB Usang Sungging Dapat Dukungan Hutama Karya
Lebih lanjut Adjib mengatakan bahwa selain ketahanan pangan, untuk mendukung wajib belajar 13 tahun melalui pembangunan dan renovasi sekolah/madrasah, Hutama Karya juga sedang mempercepat penyelesaian Rehabilitasi 6 Sekolah di Jakarta Pusat yakni, SDN Kampung Bali 01; SDN Pasar Baru 01,03,05 dan TK Negeri Sawah Besar 01; SDN Duri Pulo 01,02,03,04,05,10; SDN Karang Anyar 01,02,05,06,08; SDN Cikini 01,02 dan USB SMA; serta KBN Cempaka Baru dan PKBM 29 Cempaka Baru yang dimulai sejak Juli 2024 lalu dengan progress 52,11%.
Adapun untuk _Quick Wins_ pembangunan infrastruktur lainnya, Hutama Karya juga berperan aktif dalam membangun dan memperbaiki jalan daerah melalui Proyek Underpass Joglo di Solo yang telah rampung 100% dan segera dapat dilalui, Pembangunan Jalan Trans Papua Ruas Jayapura - Wamena Segmen Mamberamo - Elelim di Papua Pegunungan dengan target rampung Desember 2026, serta Jalan Tol Semarang - Demak Paket 1A di Jawa Tengah dengan progress 57%.
Tak hanya itu, Hutama Karya juga ikut mengembangankan infrastruktur dan jaringan jalan pada koridor utama dan koridor penghubung serta mendukung akses ke kawasan ekonomi dan simpul transportasi melalui pembangunan jalan tol menuju Pelabuhan Patimban di Subang dengan target rampung Triwulan IV 2025.
BACA JUGA:Aset Hutama Karya Tumbuh 34,14 Persen, Pendapatan Meningkat 9,73 Persen
Sementara untuk mengembangkan pelabuhan transhipment sebagai infrastruktur terhubung dengan simpul logistik di Kawasan Timur Indonesia dan memperkuat fasilitas pelabuhan serta bandara, Hutama Karya juga mempercepat penyelesaian proyek Pembangunan Dermaga Pelabuhan Anggrek di Gorontalo dengan progress 50% serta Pembangunan Fasilitas Sisi Darat Bandar Udara VVIP IKN.
“Kami memastikan seluruh proyek garapan Hutama Karya yang mendukung Asta Cita tersebut tidak hanya rampung tepat waktu namun juga tepat mutu,” imbuh Adjib.
Di tahun 2025, Hutama Karya membidik sejumlah proyek infrastruktur atau proyek strategis nasional baru yang sejalan dengan Asta Cita pemerintah utamanya dalam pembangunan jalan, pembangunan koridor penghubung, serta pembangunan bendungan.
BACA JUGA:Hutama Karya, Dukung Kelancaran Pelaksanaan PON 2024 DI Aceh dan Sumut
Dari sisi proyek gedung, Hutama Karya memfokuskan pada optimalisasi fasilitas kesehatan dengan mengejar proyek Rumah Sakit di beberapa wilayah terpencil di Indonesia.
“Berbekal portofolio yang cukup matang dalam pembangunan Jalan, Bendungan, hingga Gedung, kami siap mengeskalasi sumber daya yang dimiliki untuk fokus pada proyek infrastruktur berkualitas dan berkelanjutan mendukung program prioritas pemerintah. Hutama Karya akan mengedepankan inovasi teknologi, pemberdayaan tenaga kerja, hingga penggunaan material lokal yang berkualitas sehingga kehadiran proyek dapat dirasakan langsung manfaatnya bagi masyarakat sekitar,” tambah Adjib.
Dari sisi JTTS, di tahun 2025 Hutama Karya akan menyelesaikan 6 ruas tol yaitu Junction Palembang, Betung - Tempino - Jambi Seksi 4 (Tempino - Ness), Rengat - Pekanbaru Seksi Lingkar Pekanbaru (Bypass Pekanbaru - Siak), Palembang - Betung Sebagian Seksi 1 (Gandus - Rengas), Palembang - Betung Seksi 2 (Rengas - Pulau Rimo - Pangkalan Balai), dan Palembang - Betung Seksi Struktur (IC Gandus, IC Pulau Rimo, dan TIP STA 71) dengan pembebasan lahan selesai pada TW II 2025. Perusahaan juga merencanakan perolehan PPJT baru untuk 2 ruas JTTS yakni Tol yaitu Jambi - Rengat sepanjang 192,23 Km dan Rengat - Pekanbaru (Seksi Rengat - Junction Pekanbaru) sepanjang 176,20 Km.
BACA JUGA:Rizal Armada : Baru Satu Lagu Lempar Botol, itu Bengak
“Pengusahaan kedua ruas Jalan Tol tersebut juga selaras dengan arah pemerintah untuk mendukung jaringan transportasi dan pengembangan kawasan strategis seperti Kawasan Industri Kuala Enok, Kawasan Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh, Komplek Candi Muaro Jambi, dan Taman Nasional Kerinci Seblat. Sedangkan ruas Jalan Tol Rengat - Pekanbaru (Seksi Rengat - Junction Pekanbaru) dapat mendukung pengembangan kawasan strategis seperti Kawasan Industri Tanjung Buton dan Kawasan Industri Pulau Burung,” tutup Adjib Al Hakim.