oganilir.co - Brokoli sering disebut sebagai makanan super karena kaya akan serat, vitamin C dan K, sulforafan, dan antioksidan yang kuat. Dengan kandungan tersebut, sayuran ini dapat membantu dalam pencegahan kanker, kesehatan usus, dukungan tulang, dan anti-inflamasi.
Meskipun banyak positifnya, brokoli juga memiliki beberapa kekurangan yang jarang diketahui. Sayuran ini menyehatkan bagi kebanyakan orang, namun brokoli juga dapat memicu masalah pencernaan, mengganggu fungsi tiroid, dan bahkan memengaruhi penyerapan obat dalam kondisi tertentu. Dilansir Times of India, apa saja efek samping brokoli bagi kesehatan? 1. Menyebabkan Perut Kembung Brokoli yang berserat tinggi mengandung rafinosa, gula kompleks yang sulit dicerna di usus manusia. Gula ini berfermentasi di usus besar, menghasilkan gas dan berpotensi menyebabkan kembung dan kram perut. Sebuah studi terkontrol yang dimuat National Library of Medication juga menunjukkan brokoli dapat mengubah mikrobiota usus: Bacteroidetes meningkat dan Firmicutes menurun, menggeser jalur metabolisme, sekaligus berpotensi berkontribusi pada perubahan gas atau usus pada orang yang sensitif. 2. Mempengaruhi Fungsi Tiroid Brokoli, seperti sayuran silangan lainnya (misalnya, kangkung, kubis), mengandung goitrogen, senyawa (goitrin, tiosianat, flavonoid) yang dapat menghambat penyerapan yodium dan mengganggu produksi hormon tiroid. Orang yang mengalami gangguan tiroid, seperti hipotiroidisme, harus menghindari konsumsi brokoli mentah dalam jumlah besar. Bagi penderita hipotiroidisme atau defisiensi yodium, mengonsumsi brokoli mentah dalam jumlah berlebihan (terutama mentah) dapat menyebabkan gondok atau penurunan fungsi tiroid. Tapi jika dimasak, senyawa goitrogenik menjadi tidak aktif sehingga lebih aman dikonsumsi. 3. Mengganggu Kerja Pengencer Darah Brokoli kaya akan vitamin K, yang berperan penting dalam pembekuan darah. Artinya, meskipun bermanfaat, brokoli dapat melawan efek warfarin dan obat antikoagulan lainnya seperti warfarin jika dikonsumsi dalam jumlah besar atau tidak konsisten. Jadi, orang yang mengonsumsi obat-obatan tersebut sebaiknya berkonsultasi dengan penyedia layanan kesehatan untuk perencanaan diet yang konsisten seputar makanan yang mengandung vitamin K. 4. Gangguan Pencernaan Brokoli kaya akan serat tidak larut yang membuat rasa kenyang lebih lama dan buang air teratur. Namun, mengonsumsi terlalu banyak serata dapat menyebabkan kelebihan beban pencernaan yang menyebabkan sembelit, diare, dan sakit perut. Brokoli juga mengandung oksalat dan fitat, senyawa alami yang dapat mengikat mineral seperti kalsium, magnesium, dan zat besi, sehingga mengurangi bioavailabilitasnya. Namun, sejauh dikonsumsi dalam jumlah sedang, brokoli tidak menyebabkan defisiensi mineral.Simak! Ini Efek Samping Brokoli yang Jarang Diketahui
Minggu 10-08-2025,14:00 WIB
Reporter : Vita
Editor : Vita
Tags :
Kategori :
Terkait
Terpopuler
Selasa 17-03-2026,07:09 WIB
Pemudik Riau Kritis Karena Terjebak Macet 14 Jam di Jalintim Palembang-Jambi
Selasa 17-03-2026,09:03 WIB
Pergerakan Mudik Lebaran 2026 di Jalan Tol Trans Sumatera Mulai Terlihat
Selasa 17-03-2026,11:14 WIB
Trump Isyaratkan Perang Berakhir Tapi Bukan Pekan ini
Selasa 17-03-2026,16:00 WIB
Prakiraan Cuaca Sumsel Selasa 17 Maret 2026 : Sebagian Wilayah Diperkirakan Hujan Ringan
Selasa 17-03-2026,09:13 WIB
Wabup Ogan Ilir: Peran Guru Ngaji Sangat Penting Bagi Generasi Muda
Terkini
Rabu 18-03-2026,05:56 WIB
Taklukkan Leverkusen, Arsenal Melangkah ke Perempat Final Liga Champions
Selasa 17-03-2026,22:00 WIB
Tecno Pova 3, Rekomendasi HP Rp1 Jutaan yang Dibekali Spesifikasi Mumpuni
Selasa 17-03-2026,21:00 WIB
Samsung Galaxy A57 : Desain Premium dan Dilengkapi Perlindungan Gorilla Glass Victus+
Selasa 17-03-2026,20:00 WIB
Oppo A3 Pro : Didukung Kamera Utama 50 MP dan Fitur AI
Selasa 17-03-2026,19:00 WIB