"Kami siap memastikan situasi agar tetap kondusif, dan seluruh penyelesaian dilakukan secara damai namun tegas,” ucapnya.
Senada, Dandim 0401 Muba Letkol Kav Fredy Christoma PP SHub Int, mengatakan kesiapan TNI dalam mendukung kebijakan Pemkab Muba.
"Sinergi Forkopimda adalah kunci agar solusi yang diambil benar-benar efektif dan berpihak pada masyarakat,”tegasnya.
Dari Ketua Komisi I DPRD Muba Indra Kusumajaya SH MSi menyampaikan pihak legislatif siap mendukung kebijakan eksekutif, termasuk langkah pemanggilan perusahaan yang terlibat.
Dikatakannya, DPRD Muba sudah beberapa kali memfasilitasi Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama tokoh masyarakat terkait revitalisasi jembatan Lalan.
BACA JUGA:Catat, ini Hasil Kesepakatan Perbaikan Jembatan P6 Lalan Muba yang Ambruk Dihantam Tugboat
"Kami sejalan dengan langkah Pak Bupati. Perusahaan yang terlibat harus hadir dan menyampaikan komitmen secara terbuka. Pemerintah daerah tidak boleh dibiarkan bekerja sendiri,”tegas Indra.
Dalam rapat tersebut turut juga dihadiri sejumlah pejabat terkait, seperti Asisten II Setda Muba Alva Elan SST MPSDA, Plt Kepala Dinas Kominfo Daud Amri SH, Kabag Hukum Setda Muba Yunita SH MH, Kabag Prokopim Setda Muba M Agung Perdana SSTP MSi, Camat Lalan Jami'an SPd MSi, dan tokoh masyarakat H Yusnin S Sos MSi.
Sekadar diketahui, pada 28 Agustus 2024 telah dibuat kesepakatan antara Asosiasi AP6L selaku pihak pertama dan PT Asia Mulia Transpasifik (AMT) serta PT Apau Sejahtera Abadi (APAU) selaku pihak kedua.
Kedua pihak sepakat menanggung biaya perbaikan jembatan secara tanggung renteng, masing-masing 50 persen. (ril/dri)