LAGOS, oganilir.co - Kecelakaan maut yang dialami Anthony Joshua di Tol Ogun-Lagos, Nigeria beberapa hari lalu menyisakan trauma bagi sang petinju kelas berat itu.
Ya, petinju kelas berat Inggris itu mengalami kecelakaan fatal saat berkunjung ke. Nigeria, awal pekan ini. Mobilnya kecelakaan akibat menghantam pantat truk yang berhenti di pinggir jalan.
Akibat kejadian itu, dua pelatihnya, Sina Ghami dan Latief Ayodele, meninggal dunia. Joshua, yang duduk di kursi belakang, masih selamat tanpa cedera berarti, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
Kejadian itu dinilai jadi pukulan berat bagi Joshua. Sebab, ia kehilangan sosok yang berarti baginya.
BACA JUGA:Mobil Anthony Joshua Kecelakaan di Tol Nigeria, Tewaskan 2 Penumpang, Bagaimana Nasib Sang Petinju?
Kolawole Omoboriowo, kerabat Anthony Joshua, bercerita bagaimana ia mendengar AJ mengalami kecelakaan. Ia berusaha menelpon ibunya, yang juga punya hubungan dekat dengannya.
"Semua orang mulai panik... dan kami mulai mencari-cari, [bertanya-tanya] 'Siapa yang bisa kami hubungi? Bagaimana kami tahu di mana mereka berada?" kata Omoboriowo, melansir Sky Sports, saat bercerita tak bisa menghubungi ibunya.
Lebih lanjut, pria yang mengurus keperluan Joshua selama di Nigeria itu bercerita bahwa Joshua dikhawatirkan trauma. Sebab, Ayodele dan Ghami bukan sekadar rekan kerja bagi sang petinju.
"Itu adalah orang yang selalu dia temui setiap saat, itu adalah teman terbaiknya, itu adalah orang yang dia cintai, dia bicara dengannya, dia minta nasihat darinya," kata Omoboriowo, soal Ayodele, personal trainer Joshua.
BACA JUGA:Pesawat Petinggi Militer Libya Kecelakaan, Korban Kepala Staf AD
"Yang ada di pikiran saya sekarang adalah: Bagaimana cara kita membantu AJ keluar dari situasi traumatis itu? Dan itu adalah satu-satunya hal yang menjadi kekhawatiran semua orang saat ini," katanya soal Anthony Joshua. (detik.com/dri)