Ini Sejarah Greenland dan Denmark Hingga AS Ingin Mencaplok Pulau Terbesar di Dunia itu

Sabtu 10-01-2026,09:56 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

BACA JUGA:Trump Pamer Foto Presiden Venezuela Ditangkap

Meski demikian, Denmark masih memegang kendali atas urusan penting seperti kebijakan luar negeri, pertahanan, dan keamanan. Greenland juga tetap mengirim dua wakil ke parlemen Denmark, Folketing, serta menerima dukungan dana tahunan dari pemerintah Denmark.

Kenapa Trump Ingin Ambil Alih Greenland dari Denmark?

Keinginan Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mengambil alih Greenland kembali mencuat dan memicu perhatian dunia internasional. Isu ini bukan sekadar retorika politik, melainkan berkaitan erat dengan kepentingan strategis, keamanan, dan geopolitik global.

1. Penting bagi Keamanan Nasional AS

BACA JUGA:AS Culik Presiden Venezuela, ini Tanggapan Negara-negara Amerika Latin

Dikutip dari CNN, Trump memandang Greenland sebagai wilayah yang sangat penting bagi keamanan nasional Amerika Serikat. Letak Greenland dinilai strategis karena berada di jalur terpendek antara Eropa dan Amerika Utara, sekaligus menjadi titik krusial dalam sistem peringatan dini rudal balistik AS. Selain itu, pencairan es akibat perubahan iklim membuka peluang jalur pelayaran baru dan akses terhadap sumber daya alam bernilai tinggi.

2. Kunci Pengaruh di Kawasan Arktik

Menurut laporan The Globe and Mail, Amerika Serikat juga melihat Greenland sebagai kunci pengaruh di kawasan Arktik yang semakin diperebutkan oleh negara-negara besar seperti Rusia dan China. Greenland saat ini sudah menjadi lokasi pangkalan militer AS di Pituffik, yang berperan penting dalam sistem pertahanan dan radar Amerika.

3. Faktor Ekonomi

Faktor ekonomi turut menjadi pertimbangan. Greenland diketahui menyimpan potensi mineral, minyak, gas, serta rare earth minerals yang penting bagi teknologi dan industri pertahanan masa depan. CNN mencatat bahwa seiring mencairnya lapisan es, sumber daya tersebut akan semakin mudah diakses, meningkatkan nilai strategis pulau tersebut.

BACA JUGA:Situasi Politik Dunia Memanas, China Minta AS Bebaskan Presiden Venezuela dan Istri

NATO Pasang Badan untuk Greenland

Ancaman Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk merebut Greenland dari Denmark memicu keguncangan serius di tubuh NATO. Dilansir detikNews, sejumlah negara anggota NATO secara terbuka menyatakan sikap dengan menyerukan agar kedaulatan Greenland tetap dihormati dan tidak diganggu.

Pernyataan keras Trump muncul di tengah kekhawatiran Eropa bahwa rencana AS tersebut dapat menjadi ancaman eksistensial bagi NATO. Gedung Putih bahkan disebut tidak mengesampingkan kemungkinan intervensi militer untuk menguasai wilayah Arktik yang kaya mineral itu.

"Kita akan selalu ada untuk NATO, bahkan jika mereka tidak akan ada untuk kita," ujar Donald Trump dalam pernyataan di media sosial Truth Social, Kamis (8/1/2026), seperti dilansir AFP.

BACA JUGA:Sebagian Tim Pengawal Presiden Venezuela Tewas Dalam Operasi Militer AS

Trump kembali menyinggung isu lama soal kontribusi negara-negara NATO yang dinilainya tidak adil. Ia mengklaim Amerika Serikat selama ini menanggung beban pertahanan aliansi dan menyebut dirinya berhasil memaksa anggota NATO menaikkan belanja militer hingga 5 persen dari PDB.

"AS, dengan bodohnya, membayar untuk mereka! Saya, secara terhormat, membuat mereka mencapai 5 persen PDB, dan mereka membayar," tulis Trump dalam unggahan lanjutan di Truth Social.

Di sisi lain, Denmark bersama enam negara NATO, Prancis, Jerman, Italia, Polandia, Spanyol, dan Inggris, menyampaikan pernyataan bersama yang menegaskan bahwa Greenland bukan untuk diperebutkan. Mereka menekankan bahwa masa depan Greenland hanya dapat ditentukan oleh Denmark dan rakyat Greenland sendiri. (detik.com/dri)

Kategori :