Rasulullah SAW Melakukan Perjalanan Isra Miraj, Siapa Saja Nabi yang Ditemuinya?

Senin 12-01-2026,06:53 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

- Langit keenam: Rasulullah SAW bertemu Nabi Musa AS.

- Langit ketujuh: Rasulullah SAW bertemu Nabi Ibrahim AS.

BACA JUGA:Wabup Muba Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Sungai Lilin

Di setiap pertemuan tersebut disertai sambutan yang penuh ketenangan dan penghormatan kepada Rasulullah SAW, sehingga menenteramkan hati dan menenangkan jiwa beliau. Setelah melewati langit ketujuh, Rasulullah SAW kemudian diangkat menuju Sidratul Muntaha, sebuah tempat yang sangat indah dan mulia hingga beliau tidak mampu memalingkan pandangan darinya.

Peristiwa Isra Miraj diawali dengan pembelahan dada Rasulullah SAW oleh Malaikat Jibril AS untuk membersihkan hati beliau menggunakan air zamzam. Hati tersebut kemudian diletakkan di dalam bejana emas yang dipenuhi hikmah. Peristiwa ini terjadi di antara Hijr dan Hathim, tidak jauh dari Masjidil Haram, sebelum hati Rasulullah SAW dikembalikan seperti semula.

Setelah itu, Rasulullah SAW dinaikkan ke atas Buraq, tunggangan istimewa yang membawanya menuju Masjidil Aqsa. Setibanya di sana, Rasulullah SAW menambatkan Buraq di pintu masjid, lalu melaksanakan salat di Masjidil Aqsa sebelum melanjutkan perjalanan Mi'raj bersama Malaikat Jibril AS.

BACA JUGA:Pestapora 2025 Dimulai Pagi ini, Rhoma Irama Jadi Imam/Khatib Salat Jumat

Ketika memasuki langit terdekat, Malaikat Jibril AS memohon izin agar pintu langit dibukakan. Setelah izin diberikan, terbukalah pintu langit, dan Rasulullah SAW pun memulai perjalanan menembus lapisan-lapisan langit hingga mencapai Sidratul Muntaha.

Isra Miraj sebagai Penghibur Hati Rasulullah

Masih merujuk pada sumber yang sama, peristiwa Isra Miraj terjadi pada 27 Rajab pada tahun ke-10 kenabian Rasulullah SAW, yakni pada masa yang penuh ujian dan penderitaan. Saat itu, kaum Quraisy melakukan pemboikotan yang menyebabkan kelaparan dan tekanan berat bagi kaum Muslimin di celah Bukit Abu Thalib.

Pada masa yang sama, Rasulullah SAW juga kehilangan dua sosok pelindung yang sangat beliau cintai, yaitu pamannya Abu Thalib dan istri tercinta beliau, Khadijah RA.

BACA JUGA:Salat Ghaib untuk Affan Kurniawan di Polda Jabar Dipimpin Guru Besar UIN

Tidak berhenti sampai di situ, penolakan juga datang dari Bani Tsaqif di Thaif yang bahkan berujung pada tindakan kekerasan terhadap Rasulullah SAW. Rangkaian peristiwa tersebut tentu meninggalkan kesedihan yang mendalam dan tekanan batin bagi beliau.

Dalam kondisi itulah, Allah SWT menghibur Rasulullah SAW melalui peristiwa Isra Miraj, dengan mendekatkan beliau kepada-Nya sebagai bentuk penghormatan, penguatan hati, sekaligus pelipur lara atas ujian berat yang beliau hadapi.

Turunnya Perintah Salat Lima Waktu Saat Isra Miraj

Di Sidratul Muntaha, Allah SWT memberikan perintah salat kepada Rasulullah SAW. Pada awalnya, kewajiban salat ditetapkan sebanyak 50 waktu dalam sehari semalam.

BACA JUGA:Lupa Rakaat Salat Tetapi Tidak Melakukan Sujud Sahwi, Bagaimana Hukumnya? ini Penjelasannya

Setelah menerima perintah tersebut, Rasulullah SAW turun dari Sidratul Muntaha dan bertemu Nabi Musa AS di langit keenam. Nabi Musa kemudian bertanya kepada Rasulullah SAW, "Apa yang dikatakan oleh Allah SWT untukmu?"

Kategori :