Jangan Lewatkan Sarapan Pagi, Ini Dampaknya bagi Konsentrasi

Jumat 16-01-2026,09:00 WIB
Reporter : Vita
Editor : Vita

oganilir.co - Sarapan pagi kerap dilewatkan, baik karena kesibukan maupun alasan diet. Padahal, kebiasaan ini dapat berdampak pada berat badan, metabolisme, serta fungsi kognitif.

Pagi hari merupakan fase penting dalam siklus metabolisme tubuh. Pada waktu tersebut, hormon kortisol berada pada puncaknya dan berperan menyiapkan tubuh untuk mengolah makanan hingga menghasilkan energi untuk aktivitas seharian.

Sarapan membantu menyediakan energi awal. Tanpa sarapan, tubuh akan kekurangan bahan bakar untuk melakukan aktivitas. 

Sejumlah penelitian menunjukkan orang yang rutin sarapan cenderung memiliki indeks massa tubuh yang lebih stabil. Selain itu, sarapan juga berkaitan dengan kontrol nafsu makan yang lebih baik sepanjang hari.

BACA JUGA:Catat! 6 Jenis Makanan yang Sebaiknya Dihindari untuk Sarapan di Pagi Hari

BACA JUGA:Waspadai! Inilah 4 Menu Sarapan Pagi yang Bisa Memicu Kerusakan Ginjal

Pada anak-anak dan remaja, kebiasaan sarapan meningkatkan konsentrasi, daya ingat, serta prestasi belajar. Sementara pada orang dewasa, tidak sarapan dapat menurunkan produktivitas kerja dan meningkatkan rasa lelah.

Melewatkan sarapan juga berisiko memicu makan berlebihan pada siang atau malam hari. Akibatnya, total asupan kalori harian justru lebih tinggi dari kebutuhan.

Meski demikian, pola makan bersifat personal. Beberapa individu yang menjalani intermittent fasting dapat beradaptasi tanpa sarapan. Manfaat sarapan secara umum masih lebih besar dibandingkan risikonya.

Tidak disarankan melewatkan sarapan tanpa perhitungan dan pendampingan tenaga kesehatan. 

BACA JUGA:Sarapan Telur vs Oatmeal, Mana yang Lebih Baik?

BACA JUGA:Simak! Inilah Porsi Sarapan Pagi yang Sehat dan Tepat

Sarapan dengan komposisi gizi seimbang, seperti karbohidrat kompleks, protein, lemak, vitamin, mineral dan serat. Kombinasi ini membantu pelepasan energi secara bertahap sehingga tubuh tetap bertenaga hingga waktu makan berikutnya.

Pada anak-anak, melewatkan sarapan dapat berdampak pada fungsi kognitif dan hasil belajar. Dampak serupa juga bisa dirasakan orang dewasa dalam aktivitas sehari-hari, aktivitas jadi lebih terbatas dan ada rasa lemas di pagi hari. 

Kategori :