Kemenag Gelar Sidang Isbat untuk Tentukan Awal Ramadan, Kapan?

Senin 16-02-2026,12:21 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

- Observatorium Bosscha ITB

- Planetarium Jakarta

BACA JUGA:Kapan Puasa Ramadan 2026? ini Jadwalnya Menurut Muhammadiyah dan Pemerintah

- Perwakilan ormas Islam, pondok pesantren, serta Tim Hisab Rukyat Kemenag

Keterlibatan banyak lembaga ini menunjukkan pendekatan kolektif dan berbasis keilmuan dalam proses penetapan awal Ramadan.

Bagaimana Proses Penentuan Awal Ramadhan?

Penetapan awal Ramadan dilakukan melalui dua metode utama, yakni:

- Hisab (Perhitungan Astronomi)

Berdasarkan data hisab, ijtimak (konjungsi) menjelang Ramadhan 1447 H terjadi pada Selasa, 17 Februari 2026 pukul 19.01 WIB.

BACA JUGA:Inilah Manfaat Minum Teh Saat Sahur dan Berbuka Puasa

Saat matahari terbenam, posisi hilal di seluruh wilayah Indonesia tercatat masih berada di bawah ufuk, dengan ketinggian antara minus 2 derajat 24 menit 42 detik hingga minus 0 derajat 58 menit 47 detik.

Sudut elongasi berkisar 0 derajat 56 menit 23 detik hingga 1 derajat 53 menit 36 detik, yang secara teoritis belum memenuhi kriteria visibilitas hilal.

- Rukyatul Hilal (Pemantauan Langsung)

Untuk melengkapi data hisab, Kemenag melakukan rukyatul hilal di 96 lokasi yang tersebar di seluruh Indonesia. Pemantauan dilakukan melalui Kantor Wilayah Kemenag provinsi dan Kantor Kemenag kabupaten/kota, bekerja sama dengan Pengadilan Agama dan ormas Islam.

BACA JUGA:10 Tips Mengatasi Bau Mulut Saat Puasa

Hasil rukyat dari seluruh titik pengamatan tersebut menjadi bahan utama dalam pembahasan sidang isbat.

Mengapa Sidang Isbat Penting? 

Menurut Abu Rokhmad, sidang isbat mengedepankan kehati-hatian dan pendekatan ilmiah.

Kategori :