oganilir.co - Saat perayaan Imlek tiba, angpau selalu hadir sebagai simbol yang lekat dengan suasananya. Amplop berwarna merah dengan beragam tulisan dan ilustrasi bermakna ini bukan sekadar tradisi berbagi rezeki, melainkan juga menyimpan sejarah panjang serta nilai filosofis yang diwariskan dari generasi ke generasi. Mulai dari sejarah, pemilihan warna merah yang dipercaya membawa keberuntungan, hingga makna di balik proses pemberiannya, angpau merepresentasikan harapan, perlindungan, dan doa untuk kehidupan yang lebih baik di tahun yang baru.
Lantas, bagaimana awal mula tradisi angpau dan makna yang terkandung di dalamnya? Berikut ini sejarah dan makna pemberian angpau saat Tahun Baru Imlek. Yuk, simak selengkapnya! Sejarah Pemberian Angpau Amplop merah berisi uang tunai dikenal dengan sebutan lai see dalam bahasa Kanton dan hong bao dalam bahasa Mandarin. Tradisi pemberian amplop merah ini telah berlangsung lebih dari seribu tahun, tepatnya sejak masa Dinasti Tang dan Song. Menurut cerita rakyat Tiongkok, terdapat roh jahat bernama Sui yang dipercaya berkeliaran pada malam Tahun Baru dan menyerang anak-anak saat mereka tidur. Untuk melindungi buah hati mereka, sepasang suami istri memberikan sekantong koin sebagai jimat. Koin-koin tersebut dibungkus dengan kertas merah dan diletakkan di bawah bantal. Ketika Sui mendekat, kilauan cahaya dari koin itu dipercaya mampu mengusir roh jahat. Sejak saat itulah, warna merah diyakini memiliki kekuatan untuk menangkal energi negatif dan membawa perlindungan. Tradisi ini kemudian berkembang menjadi pemberian lai see. Pada awalnya, koin-koin dirangkai dengan benang merah dan dibungkus kertas merah untuk diberikan pada anak-anak. Seiring berjalannya waktu dan perubahan zaman, koin tersebut berganti menjadi uang kertas yang diselipkan ke dalam amplop merah seperti yang dikenal hingga kini. Makna Simbolis dari Pemberian Angpau Memberikan lai see atau angpau merupakan tradisi yang telah mengakar kuat dalam budaya Tiongkok.Pada upacara pernikahan, lai see biasanya diberikan kepada pengantin sebagai simbol doa dan harapan agar mereka memperoleh keberuntungan serta kehidupan rumah tangga yang harmonis. Sementara itu, saat perayaan Tahun Baru Imlek, anggota keluarga yang lebih tua membagikan angpau kepada yang lebih muda sebagai bentuk kasih sayang dan doa. Seiring berjalannya waktu, tradisi ini pun meluas dan sering hadir dalam berbagai perayaan serta pertemuan meriah, tidak hanya di Tiongkok, tetapi juga di berbagai budaya Asia lainnya. Di balik tradisi tersebut, warna merah pada angpau memiliki makna yang sangat penting. Dalam budaya Tiongkok, merah dipercaya membawa energi positif, keberuntungan, dan kebahagiaan. Karena itulah, menerima lai see bukan sekadar soal uang di dalamnya, melainkan juga menjadi simbol doa tulus agar penerimanya senantiasa diberi kehidupan yang baik dan penuh keberkahan di masa depan. Itulah sejarah dan makna di balik pemberian angpau saat perayaan Tahun Baru Imlek.Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Angpau? Simak Sejarah dan Maknanya
Rabu 18-02-2026,15:00 WIB
Reporter : Vita
Editor : Vita
Tags : #sejarah pemberian angpau
#rakyat tiongkok
#masa dinasti tang dan song
#makna simbolis pemberian angpau
#imlek
#angpau
#amplop berwarna merah
Kategori :
Terkait
Senin 09-03-2026,09:33 WIB
Jelang Idul Fitri, Satgas Saber Pangan Pusat Pastikan Stok dan Harga Bapokting di Palembang Terkendali
Rabu 18-02-2026,15:00 WIB
Kenapa Imlek Selalu Identik dengan Angpau? Simak Sejarah dan Maknanya
Minggu 08-02-2026,17:20 WIB
Jelang Bulan Ramadan, Harga Telur-Ayam di Palembang Naik
Kamis 30-01-2025,19:45 WIB
Selama Libur Panjang Isra Mikraj dan Imlek, Tol Palinpra Dilintasi 86.194 Kendaraan
Rabu 29-01-2025,19:56 WIB
Polsek Pemulutan Amankan Perayaan Imlek 2025 di Klenteng Liong Shai Tien
Terpopuler
Terkini
Selasa 21-04-2026,11:36 WIB
Hari Kartini, Pegawai SPBU Kenakan Kebaya-Batik
Selasa 21-04-2026,10:35 WIB
MA Keluarkan Aturan Pidana Non-Penjara
Selasa 21-04-2026,09:52 WIB
122 CPNS Di Lingkungan Pemkab Ogan Ilir Dilantik
Selasa 21-04-2026,09:38 WIB
Dokkes Polres Ogan Ilir Pastikan Pangan MBG, 10.015 Porsi Dinyatakan Layak Konsumsi
Selasa 21-04-2026,07:58 WIB