KAYUAGUNG, oganilir.co - Warga desa yang berada di kawasan Pantai Timur, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) terus berjuang untuk menjadikan kawasan tersebut menjadi Daerah Otonomi Baru (DOB). Ini bukan tanpa alasan agar pembangunan di wilayah tersebut dapat lebih merata.
Wakil Ketua Presidium Pemekaran Pantai Timur, Malwadi mengatakan, mereka yang ada di Pantai Timur tentu menginginkan pembangunan infrastruktur yang merata sampai ke pelosok Pantai Timur.
"Di kepemimpinan satu tahun Bupati dan Wakil Bupati OKI H Muchendi dan Supriyanto saat ini sudah mulai ada pembangunan, namun masih jauh dari target,"kata Malwadi, Selasa 24 Februari 2026.
BACA JUGA:Safari Ramadan ke Kayuagung, Kapolda Sumsel Pastikan Kondusivitas Wilayah Hukum OKI
Keterbelakangan pembangunan OKI, khususnya di Pantai Timur sudah mencapai puncak, akumulasi dari ketimpangan pembangunan daerah Pantai Timur, sudah turun temurun dari pemerintahan terdahulu dan puncaknya saat ini mencapai titik kronis.
Untuk itu wajar jika pihaknya dari kawasan pantai menggaungkan kemerdekaan, melalui daerah otonomi baru atau istilah lain menginginkan pemekaran.
Saat ini masih menunggu pengesahan Detada dan Desain Besar Penataan Daerah (Desertada), sehingga nanti akan dibuka secara partial setiap tahun. Sesuai kesiapan masing-masing daerah dan mengacu pada anggaran yang ada pada pemerintah pusat.
BACA JUGA:Kodim 0402/OKI Sebut sudah Terjalin Baik, Sambangi PWI OKI Berikan Kue di Peringatan HPN
"Kalau persiapan kita suda final jika mengacu pada peraturan yang lama, kita sudah masuk ampres," imbuhnya.
Hanya menunggu detada dan desertada yang baru terbit nanti, jika ada yang berubah aturannya, maka akan dilakukan penyesuaian, atau update data terbaru.