Bocah 10 Tahun di Vietnam Terkena Stroke, ini Gejalanya

Rabu 25-02-2026,08:30 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

oganilir.co - Selama ini pasien yang terkena stroke berusia di atas 40 tahun. Namun kasus yang terjadi kali ini dialami seorang bocah berusia 10 tahun. Awalnya, bocah tersebut secara fisik sehat, tiba-tiba mengalami masalah kesehatan mendadak. Ia mengeluh sakit kepala hebat, muntah berulang, dan kelemahan di sisi kiri tubuhnya tak lama setelah bermain.

Melihat kondisinya, bocah tersebut dilarikan ke Rumah Sakit Anak Kota Ho Chi Minh, Vietnam, dalam kondisi kritis. Wakil direktur rumah sakit, Nguyen Minh Tien, mengatakan insiden itu terjadi pada 8 Februari 2026.

Dikutip dari VNExpress, dari hasil pemindaian MRI menunjukkan stroke iskemik akut yang disebabkan oleh gumpalan darah yang hampir sepenuhnya menyumbat arteri vertebralis kanan. Itu merupakan kondisi yang bisa dengan cepat menyebabkan kematian atau kerusakan neurologis permanen.

BACA JUGA:Pria Bugar Pola hidup Sehat di Inggris Terserang Stroke, ini Penyebabnya

Sebelum dirawat, bocah itu melakukan aktivitas fisik tanpa menunjukkan tanda cedera atau trauma kepala. Tetapi, tidak lama kemudian ia mengalami gejala neurologis mendadak, termasuk sakit kepala hebat, muntah-muntah, kesulitan berjalan, dan kelemahan progresif yang mempengaruhi sisi kiri tubuhnya.

Tindakan Medis Langsung Dilakukan

Dokter segera mengadakan konsultasi multidisiplin, meminta angiografi serebral dan melakukan intervensi endovaskular darurat. Tim medis melakukan terapi pelarutan bekuan darah yang dikombinasikan dengan trombektomi mekanis, yang sepenuhnya memulihkan aliran darah ke otak.

Kasus Stroke pada Anak

Para dokter mencatat kasus stroke pada anak-anak jarang terjadi dan kerap terlewatkan. Sebab, gejalanya bisa samar atau tidak khas dan pembuluh darah jauh lebih kecil daripada orang dewasa.

BACA JUGA:Wanita Usia 28 Tahun Terserang Stroke, ini Gejala yang Dialaminya

Tidak seperti stroke pada orang dewasa yang umumnya disebabkan aterosklerosis, stroke pada anak-anak biasanya terkait dengan kondisi mendasar yang mendorong pembentukan bekuan darah.

Ini termasuk aliran darah yang melambat, kecenderungan pembekuan yang abnormal, dan kerusakan pada dinding pembuluh darah yang disebabkan oleh peradangan atau trauma. Dalam kasus ini, dokter mengatakan pemicu pasti untuk bekuan darah tersebut masih belum jelas.

Para dokter kini lebih memilih perawatan intervensi endovaskular daripada obat pelarut bekuan darah sistemik, yang biasanya digunakan pada orang dewasa. Tanpa pengobatan tepat waktu, biasanya dalam 4,5-6 jam pertama dan dalam beberapa kasus hingga 24 jam, anak-anak menghadapi risiko kematian atau komplikasi serius, seperti kelumpuhan, epilepsi, atau gangguan kognitif yang bisa mencapai 50 persen.

Risiko kekambuhan diperkirakan 15-20 persen, sehingga pemantauan jangka panjang sangat penting. (detik.com/dri)

 

Kategori :