OGANILIR.CO -Menjelang lebaran atau H-I harga daging sapi sudah tembus Rp 150 ribu perkilogramnya, padahal sehari sebelumnya hanya Rp 140 ribu perkilogramnya.
Kenaikan harga daging bisa mengalami perubahan hingga H-1 pada sore harinya, karena pada H-2 warga sudah banyak yang membeli daging, karena khawatir lebaran jatuh pada hari Jumat 20 Maret 2026
“Untuk hari ini harga daging sapi Rp 150 ribu perkilogramnya,’’ujar dua pedagang daging sapi di Pasar Inpres Inderalaya Iqbal dan Kurniawan ketika ditemui secara terpisah.
BACA JUGA:Ini 5 Negara Tetapkan Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah Jumat
Menurut Iqbal, bila permintaan semakin meningkat, dan ketersediaan daging terbatas, bisa saja harga daging kembali naik atau bisa jadi turun menjelang sore harinya.
’’Kalau berdasarkan tahun sebelumnya harga daging sehari sebelum lebaran mencapai Rp 150 ribu perkilogramnya,’’lanjut Iqbal .
Berbeda dengan pedagang daging di pinggir jalan Pasar Indralaya mematok Rp 140 ribu perkilogram,’’Beda dengan harga tulang kami, jual Rp 90 Ribu perkilogram,’’katanya.
BACA JUGA:Alasan Keamanan, KBRI di Timteng tak Gelar Salat Ied
Beguti juga kebutuhan harga ayam kampong yang sering diserbu warga menyambut lebaran mengalami kenaikan, hingga Rp 90 ribu perekor dengan berat sekitar 1,5 kg.
’’Kalau hari biasa ayam kampong kami jual Rp 70 ribu, sedangkan menjelang lebaran Rp 90 ribu_ hingga Rp 120 ribu, tergantung berat dan besarnya ,’’kata Mulkan penjual ayam dengan berbagai jenis unggas.
Seperti diketahui, di Ogan Ilir tidak akan terjadi kelangkaan harga daging atau kekurangan stok .
BACA JUGA:Perjuangan Ginting Terhenti di Babak 16 Besar Orleans Masters 2026
"Ogan Ilir ini sebagai lumbung daging dan selalu mengalami surplus , jadi tidak mungkin akan mengalami kekurangan stok,’’kata pedagang
Sebab selama ini, Ogan Ilir I menjadi daerah penyuplai daging diberbagai daerah di Sumsel termasuk luar Sumsel, seperti Palembang, Jambi bahkan Pekan Baru Riau.
Ditambahkannya, harga daging tergantung dari banyaknya permintaan, biasanya pedagang akan memainkan harganya kalau permintaan tinggi, tetapi kalau permintaan tidak terlalu tinggi dijamin tidak ada lonjakan harga “Kami juga menjamin, di Ogan Ilir terbebas dari daging gelonggongan’’tutupnya (Sid)