3 Tanda Kepribadian Seseoang yang Susah Menerima Pujian

Sabtu 21-03-2026,12:40 WIB
Reporter : Vita
Editor : Vita

oganilir.co - Banyak orang cenderung merasa tidak nyaman ketika dipuji, lalu secara spontan menolak pujian serta menganggap pencapaian yang telah diraihnya tidak penting atau tidak istimewa. Alih-alih mengucapkan terima kasih, respons yang sering mereka ucapkan justru seperti, “Ah biasa aja”, “Aku cuma lagi hoki aja”, atau “Itu cuma kebetulan, kok!”.

Sekilas, hal itu memang terdengar seperti bentuk sikap rendah hati, tetapi kebiasaan ini tidak selalu sesederhana kelihatannya. Dalam banyak kasus, susah menerima pujian bisa berkaitan dengan pola kepribadian tertentu yang membentuk cara seseorang memandang diri dan pencapaiannya. Dilansir dari The Expert Editor, berikut adalah beberapa ciri kepribadian yang dimiliki oleh orang-orang yang tidak nyaman dipuji!

Merasa Citra Diri Tidak Selaras dengan Pujian Ketika gambaran tentang diri di dalam hatimu bertentangan dengan penilaian positif dari luar, pujian dari orang lain bisa terasa janggal, bahkan keliru. Jika kamu memandang diri sebagai pribadi yang biasa saja, sementara di saat yang sama ingin menjadi sosok yang unggul atau sempurna, maka pujian akan sulit diterima walaupun faktanya benar.

Psikolog E. Tory Higgins menyebut kondisi ini sebagai ketidaksesuaian diri. Perbedaan antara diri aktual dan diri yang seharusnya (diri ideal) dapat memunculkan emosi seperti rasa bersalah, malu, gelisah, bahkan dorongan untuk membantah pujian. Saat persepsi internal dan umpan balik eksternal tidak sejalan, sistem saraf akan meresponsnya sebagai kesalahan yang perlu dikoreksi sehingga kamu akan cenderung menolak atau mengalihkan pujian tersebut.

BACA JUGA:Inilah 7 Tanda Kepribadian Seseorang yang Lebih Banyak Mendengarkan daripada Berbicara

BACA JUGA:7 Tanda Kepribadian Seseorang yang Selalu Menggoyangkan Kakinya saat Duduk

Cara mengatasinya, hindari berdebat ketika menerima pujian. Tarik napas, ucapkan terima kasih, lalu hubungkan apresiasi dari orang lain itu dengan usaha yang memang kamu lakukan. Dengan cara ini, perlahan-lahan diri aktual dan diri idealmu akan makin selaras.

Lebih Mengutamakan Konsistensi daripada Kepositifan Kebanyakan orang mengira bahwa setiap individu akan selalu mengejar respons atau umpan balik yang menyenangkan dari orang lain. Padahal, dalam banyak situasi, kebanyakan orang justru lebih mengutamakan konsistensi respons tersebut dengan cara pandang terhadap diri sendiri.

Jika kamu sudah meyakini bahwa dirimu adalah pribadi yang canggung, kamu akan cenderung menerima atau bahkan mencari umpan balik yang menguatkan keyakinan tersebut, meskipun terasa menyakitkan. Inilah yang disebut self-verification, yaitu dorongan agar orang lain melihatmu sebagaimana kamu melihat diri sendiri.

Kunci untuk mengatasi hal ini adalah tidak menunggu hingga merasa pantas untuk menerima pujian, tetapi memperlakukan pujian sebagai data yang dapat membantu memperbarui citra diri yang sudah tidak relevan. Saat muncul reaksi spontan seperti “itu bukan aku”, sadari bahwa itu adalah self-verification yang sedang bekerja. Kesadaran tersebut akan memberimu ruang untuk memilih respons yang lebih objektif terhadap pujian.

BACA JUGA:5 Tanda Kepribadian Seseorang yang Selalu Bersyukur Setiap Hari

BACA JUGA:Ini 6 Tanda Kepribadian Orang yang Sangat Perhitungan

Perfeksionisme yang Membuatmu Meremehkan Hal-Hal Positif Perfeksionisme membuatmu sulit menerima hal-hal positif karena standar yang ditetapkan sangat tinggi, sehingga apa pun yang kurang dari itu dianggap tidak layak. Pola ini membiasakanmu untuk lebih peka terhadap kesalahan daripada melihat hal yang sudah berjalan baik. Akibatnya, kamu akan sering menganggap bahwa suatu pujian hanyalah sekadar bentuk kesopanan atau penilaian yang belum tepat.

Cara mengatasinya, coba terapkan pola pikir bahwa sesuatu tidak harus sempurna untuk tetap terlihat bernilai. Saat mendapat pujian atas sebuah draf yang Kamu kerjakan, alih-alih langsung mengoreksi, tanyakan bagian mana yang terasa paling bagus. Cara ini akan membantumu memperoleh umpan balik yang relevan alih-alih terjebak dalam kebiasaan mencari kekurangan.

Kategori :