"Inti dari postingan itu sebenarnya tentang perjalanan self-love dan proses healing aku, kak. Kebetulan aku juga baru sembuh. Dulu aku terbiasa jadi people pleaser, rela berkorban waktu, tenaga, dan perasaan sampai mengesampingkan batasan diriku sendiri demi orang lain," ungkap Nadine saat dikonfirmasi.
BACA JUGA:Satlantas Polres Ogan Ilir Urai Kendaraan Arus Mudik, Alihkan ke Jalur Alternatif
Ia menceritakan bahwa motor bebek kesayangannya yang akrab disapa Yanto menjadi saksi bisu transformasinya.
Perjalanan solo ini menjadi simbol transisi baginya untuk mulai memprioritaskan diri sendiri.
"Lewat perjalanan ini dan waktu sendirian di jalan, aku disadarkan bahwa energi, kesetiaan, dan kebaikan yang selama ini habis aku kasih ke orang lain, ternyata jauh lebih layak dan harus aku berikan untuk diriku sendiri," tambahnya.
Perjalanan yang dimulai sejak 25 Februari hingga 8 Maret ini dilakukan Nadine tepat saat pekerjaan komersialnya di Bali selesai. Bukannya memilih transportasi instan, ia memilih berkendara santai selama 12 hari, termasuk singgah selama 2 hari di Banjarnegara dan 4 hari di Bandung agar fisiknya tidak tumbang.
Tentu saja, perjalanan sejauh itu tidak luput dari tantangan fisik maupun mental. Nadine menceritakan bagaimana ia harus berkompromi dengan cuaca ekstrem dan kondisi motornya yang sudah berusia satu dekade lebih.
"Namanya solo riding pakai motor bebek, pasti ada aja dramanya. Terutama cuaca yang terik banget tiba-tiba hujan deras. Terus jok motorku nggak pernah diganti selama 12 tahun jadinya gampang bikin pegel," tuturnya sambil tertawa.
Namun, Nadine memilih untuk tidak melawan keadaan. Jika lelah, ia akan menepi untuk sekadar menyesap kopi dan menikmati pemandangan. Baginya, hambatan fisik justru mengajarkannya untuk hidup lebih mindful. Tantangan terberat justru muncul dari dalam pikirannya sendiri.
BACA JUGA:Kapolres Ogan Ilir Bersama Personel Urai Kemacetan Arus Mudik Jelang Lebaran 1447 H
"Tapi jujur hambatan yang paling berat tuh mentalnya kak. Karena sepanjang jalan suka kepikiran hal-hal yang somehow nggak mau kita pikirin, atau dapat perspektif baru dari hal-hal atau pembicaraan kita sama orang lain. Kadang penerimaan diri sendiri atau akan sesuatu yang kita nggak bisa ubah itu yang berat," akunya jujur.
Meski sempat memicu kekhawatiran orang tua, kemandirian Nadine di dunia outdoor akhirnya membuahkan dukungan penuh. Ia menyiasati kecemasan keluarganya dengan rajin mengirimkan pembaruan lokasi setiap kali beristirahat.
Menutup kisahnya, Nadine menitipkan pesan menyentuh bagi para perempuan yang mungkin sedang merasa kehilangan arah. Ia menekankan pentingnya memiliki "ruang aman" untuk mengatur ulang pikiran dan emosi.
BACA JUGA:188.975 Kendaraan Pemudik Lebaran 2026 Melintas di Tol Trans Sumatera
"Nggak apa-apa kalau saat ini kalian lagi ada di fase hidup yang berat, merasa habis-habisan, atau kehilangan arah. Kadang, kita cuma butuh waktu dan ruang sendiri untuk me-reset pikiran. Nggak harus selalu ridingmotor jarak jauh kayak aku, tapi temukanlah 'ruang aman' kalian masing-masing. Berani ambil kendali atas kebahagiaanmu sendiri, karena pada akhirnya, diri kita sendiri lah yang paling layak untuk kita perjuangkan." (detik.com/dri)