Namun Abdul Hamid agak tertutup menceritakan cara bekerjanya. Karena menurut cerita, yang mencari korban tenggelam itu bukan lagi Abdul Hamid. Melainkan sudah dibantu buaya atau puyang buaya.
BACA JUGA:Tim Buaya Pemulutan Temukan Mobil Gran Max Curian di Sekitar Kantor Camat
“Waktu aku nyelam, mayat korban ketemu di sekitat perahu tenggelam,” kata Abdul Hamid kala itu.
Cerita kepiawaian pawang buaya asal Desa Pemulutan Ilir juga datang dari Nang Kunung, adik kandung almarhum Abdul Hamid.
Sarnubi, warga Kecamatan Pemulutan menuturkan bahwa pada tahun 2016 lalu, ada warga Kecamatan Sungai Lebung (kecamatan pemekaran dari Kecamatan Pemulutan). Dia yang ikut menyelam dan mencari korban tenggelam sudah menyisir lokasi perahu tenggelam. Namun tidak juga menemukan korban yang tenggelam. Nang Kunung pun diminta menyelam.
Hanya dalam hitungan menit, Nang Kunung berhasil menemukan jasad korban tenggelam persis di lokasi jatuhnya dari perahu.
"Kami la nyisir sungai dengan menyelam. Nang Kunung turun, langsung ketemu. Anehnyo mayat korban tenggelam ditemukan Nang Kunung di lokasi perahu karam,” kata Sarnubi kepada oganilir.co, Sabtu 8 Juli 2023.
Kini dua pawang buaya itu telah meninggal. Nang Kunung meninggal sebelum COVID-19 dan Abdul Hamid meninggal saat wabah COVID-19.