Karena kepala sekolah abai dan membiarkan hal itu, akhirnya guru guru lain menjadi bebas atau leluasa meninggalkan ruang kelas saat jam belajar.
Akibatnya orang tua murid di Desa Majatra yang melihat kondisi seperti itu, memilih untuk menyekolahkan anaknya di sekolah lain yang ada di desa tetangga.
BACA JUGA:56 Kades Terpilih Akan Dilantik di Bulan Agustus 2023
"Mereka tidak mau sekolah di sana, karena kondisi seperti itu, " bebernya. Sehingga makin lambat laun jumlah siswa di sekolah itu semakin menurun bahkan habis. "Tidak menutup kemungkinan bisa ditutup kalau terus seperti itu," katanya.
Ia sendiri sebelum mengadu kepada Bupati Banyuasin telah menemui kepala sekolah yang bersangkutan tapi tidak ada respon positif.
Hingga akhirnya pengaduan dirinya kepada Bupati Banyuasin Askolani agar kepala sekolah itu untuk di evaluasi ternyata berubah total. Karena usai dengarkan pengaduan dirinya, Bupati langsung mencopot kepala sekolah itu dengan menginstruksikan kepala dinas kependudukan kebudayaan Banyuasin.
"Langsung diganti, " ucapnya.
BACA JUGA:Tensi Pilkades Serentak di Muratara Mulai Meningkat
Ia sendiri berharap kualitas pendidikan di desa Majatra menjadi lebih baik, sehingga anak anak dapatkan pendidikan yang berkualitas menuju Banyuasin Cerdas.