Salah satu hal yang disayangkan dalam sesi body checking MUID adalah situasi yang kurang privasi. Baik Jelita dan Ratih mengaku harus diperiksa tubuhnya selagi banyak orang berlalu lalang dan ada beberapa pria. "Di situ ada pria dan wanita juga, benar-benar ramai, saya sendiri telanjang jadi merasa tertekan karena dilihat lawan jenis," kata Jelita.
BACA JUGA:Pemilihan Kepala Desa Banyuasin 2023, 8 Desa Gunakan E Voting
Body checking adalah sesuatu yang lumrah terjadi dalam kontes kecantikan. Menurut fotografer Rio Motret yang sebelumnya merupakan visual director dari Miss Universe Indonesia, hal tersebut dilakukan untuk melihat bagian mana yang sekiranya perlu ditutupi dengan riasan. Untuk mencatatnya, kekurangan mereka umumnya digambar bukan difoto. Karena ada pelaporan mengenai pengambilan gambar saat sesi tersebut, kasus ini diperkarakan. Dikhawatirkan foto-fotonya nanti akan disebarkan atau digunakan secara tidak bertanggung jawab.
Laporan Polisi
Atas kerugian yang menimpa para korban, sebanyak 10 finalis Miss Universe Indonesia melaporkan kejadian ini ke polisi. "Kontes kecantikan yang seharusnya meninggikan value wanita malah menjadikan mereka sebagai obyek. Kami berharap kasus ini mendapat keadilan untuk para kontestan dan yang melakukan harus dihukum," tutur pengacara, Melissa Anggraini.