Pentagon Kerahkan Kapal Induk Kedua ke Timur Tengah
Kapal induk USS Abraham Lincoln. --
oganilir.co - Ametika Serikat (AS) melalui Departemen Pertahanan memerintahkan kapal induk kedua untuk dikerahkan ke Timur Tengah. Demikian dilaporkan media AS pada hari Kamis (12/2) waktu setempat, seiring Presiden AS Donald Trump tengah mempertimbangkan untuk mengambil tindakan militer terhadap Iran.
Sebelumnya, Washington dan Teheran telah memulai pembicaraan tidak langsung pekan lalu mengenai masa depan program nuklir Iran. Trump pada hari Kamis memperingatkan adanya konsekuensi "sangat traumatis" bagi Iran jika gagal mencapai kesepakatan nuklir.
Akhir bulan lalu, Trump telah mengerahkan kapal induk USS Abraham Lincoln dan kapal-kapal perang pengiringnya ke Teluk Persia. Ini dilakukan seiring Trump meningkatkan ancaman terhadap Iran atas tindakan kerasnya terhadap protes anti-pemerintah. Kapal-kapal tersebut masih berada di wilayah tersebut.
BACA JUGA:Tensi Hubungan Iran-AS Turun, Donald Trump Berharap Kesepakatan Tercapai
Kini, kapal induk USS Gerald R. Ford dan kapal-kapal pengiringnya akan bergabung dengan kelompok serang tersebut setelah para pejabat Pentagon memerintahkannya ke Timur Tengah dari penempatannya saat ini di Laut Karibia, demikian dilaporkan oleh beberapa media AS.
Media-media Wall Street Journal, New York Times, dan CBS News semuanya melaporkan tentang persiapan Pentagon dan penempatan kapal induk kedua tersebut, mengutip pejabat yang tidak disebutkan namanya.
USS Gerald R. Ford awalnya dikerahkan pada bulan Juni dan segera diarahkan ke Karibia sebagai bagian dari kampanye tekanan Trump terhadap Venezuela, menurut New York Times.
BACA JUGA:Dekati Kapal Induk Abraham Lincoln, Jet Tempur Siluman AS Tembak Drone Iran
Beberapa pesawat tempur kapal induk tersebut berpartisipasi dalam operasi mematikan pada 3 Januari lalu di Caracas, ibu kota Venezuela yang menyebabkan penangkapan pemimpin Venezuela Nicolas Maduro, lapor New York Times.
Tidak jelas berapa lama USS Ford atau USS Lincoln akan tetap berada di Timur Tengah. (detik.com/dri)
Sumber:


