Viktor Axelsen Pensiun dari Bulutangkis Profesional Karena Saraf Kejepit, Kenali Gejalanya

Viktor Axelsen Pensiun dari Bulutangkis Profesional Karena Saraf Kejepit, Kenali Gejalanya

Viktor Axelsen. --

JAKARTA, oganilir.co - Pebulutangkis profesional Viktor Axelsen harus pensiun muda dari dunia bulutangkis karena saraf kejepit yang dideritanya. Padahal di usianya yang masih di bawah 30 tahun, peraih 2 medali emas Olimpiade itu masih bisa menjadi raja bulutangkis di planet bumi ini. Tapi apa daya, penyakit saraf kejepit yang dideritanya harus membuat pebulutangkis asal Denmark itu harus gantung raket.

dr Faisal M, SpBS, dokter bedah saraf dari RS Lamina, Jakarta Selatan menuturkan bahwa cedera tulang belakang termasuk Hernia Nukleus Pulposus (HNP) atau saraf kejepit tidak muncul tiba-tiba. Cedera ini bisa terjadi akibat akumulasi cedera kecil yang berulang.

Karenanya, Faisal mengingatkan, gejala awalnya memang kerap tidak disadari. Dia menyarankan untuk periksa jika mengalami keluhan terkait nyeri pinggang.

BACA JUGA:54 Siswa SMAN 1 Indralaya Ogan Ilir Lolos Jalur SNBP, 6 Siswanya Tembus di Fakultas Kedokteran

"Harus kita bedakan dulu ini (keluhan) karena tulang atau karena otot. Kalau karena otot, biasanya beberapa hari istirahat setelah olahraga itu kita enakan. Atau minum obat, fisioterapi, itu enakan," kata Faisal seperti dilansir dari detikcom, Sabtu (18/4/2026).

"Kalau karena tulang belakang, bisa karena bantalan atau karena saraf itu, biasanya sakitnya hilang-timbul. Jadi hari ini sakit, terus berkurang sedikit, hilang, nanti ada aktivitas lagi muncul lagi. Jadi bolak balik kalau karena tulang belakang," jelasnya.

Dibandingkan nyeri otot, nyeri karena cedera saraf dan tulang belakang umumnya juga lebih intens. Ketika rasa nyeri tersebut sudah sampai membuat tidak nyaman, maka Faisal menyarankan untuk segera periksa.

BACA JUGA:Kanker Rektum Menyerang Usia di Bawah 65 Tahun, ini Saran Dokter

Tanda lain yang tidak boleh diabaikan menurut dr Faisal adalah nyeri di pinggang yang bisa menjalar ke bagian tubuh lain seperti pantat, paha, maupun betis. Sensasi kebas dan kesemutan juga bisa diwaspadai sebagai tanda-tanda adanya masalah pada saraf tulang belakang.

Tidak kalah penting, Faisal juga mengingatkan untuk selalu menyempatkan pemanasan sebelum olahraga. Selain itu, kenali juga kemampuan fisik dan tidak memaksakan diri.

"Misalkan kita mampunya cuma setengah jam, jangan kita paksa jadi dua jam. Jangan karena ingin kurus malah menyiksa tubuh kita sendiri," pesan Faisal. (detik.com/dri)

 

Sumber: