Simak! Inilah 5 Hal Penting yang Perlu di Perhatikan Sebelum Memelihara Hewan Kesayanganmu

Simak! Inilah 5 Hal Penting yang Perlu di Perhatikan Sebelum Memelihara Hewan Kesayanganmu

Hewan peliharaan--

oganilir.co - Setiap awal tahun, banyak orang menuliskan resolusi baru sebagai penanda perubahan hidup. 

Salah satu resolusi yang sering muncul adalah keinginan untuk memelihara hewan kesayangan atau yang akrab disebut anabul, seperti kucing dan anjing.

Keinginan ini wajar, karena kehadiran hewan terbukti dapat memberikan rasa bahagia, menemani keseharian, dan bahkan berdampak positif bagi kesehatan mental manusia. 

Namun, memelihara hewan bukan sekadar mengikuti tren atau dorongan emosional sesaat. Ada tanggung jawab jangka panjang yang sering kali luput dipikirkan sejak awal.

Oleh karena itu, menurut penulis, hal pertama yang penting sebelum memutuskan memelihara hewan adalah kesiapan komitmen waktu dan umur hidup hewan tersebut. 

Kucing dan anjing bukan makhluk yang hidup hanya satu atau dua tahun. Secara ilmiah, rata-rata usia hidup kucing rumahan berkisar antara 12-18 tahun, sementara anjing tergantung rasnya dapat hidup antara 10-15 tahun. 

Artinya, keputusan memelihara hewan adalah komitmen belasan tahun. Hewan membutuhkan waktu untuk diberi makan, dibersihkan, diajak bermain, dan diperhatikan setiap hari. 

Studi dalam jurnal Applied Animal Behaviour Science menunjukkan bahwa kurangnya interaksi manusia dapat meningkatkan stres dan perilaku agresif pada hewan peliharaan. Ini menegaskan bahwa waktu dan perhatian sama pentingnya dengan makanan.

Selanjutnya, hal kedua adalah kesiapan finansial. 

Banyak orang mengira biaya memelihara hewan hanya sebatas pakan. Padahal, data dari American Veterinary Medical Association menunjukkan bahwa biaya tahunan memelihara seekor kucing bisa mencapai jutaan rupiah, sedangkan anjing cenderung lebih tinggi, terutama untuk ras berukuran besar. 

Biaya tersebut mencakup vaksinasi rutin, pemeriksaan kesehatan, obat cacing, penanganan kutu, hingga biaya darurat ketika hewan sakit. 

Penelitian di bidang kedokteran hewan juga menyebutkan bahwa deteksi penyakit sejak dini dapat menurunkan angka kematian hewan peliharaan, tetapi tentu memerlukan biaya pemeriksaan rutin. 

Tanpa kesiapan finansial, hewan berisiko terlantar atau tidak mendapatkan perawatan layak.

Hal ketiga yang tak kalah penting adalah kesiapan pengetahuan tentang kebutuhan biologis dan perilaku hewan. 

Kucing dan anjing memiliki kebutuhan yang berbeda, baik dari segi nutrisi, aktivitas fisik, maupun stimulasi mental. 

Secara ilmiah, anjing adalah hewan sosial yang membutuhkan interaksi dan aktivitas fisik harian untuk menjaga keseimbangan hormon stres seperti kortisol. 

Penelitian dalam Journal of Veterinary Behavior menyebutkan bahwa sebagian besar masalah perilaku hewan peliharaan berasal dari kesalahan pengasuhan, bukan dari sifat bawaan hewan itu sendiri.

Hal keempat adalah kesiapan lingkungan dan tempat tinggal. 

Tidak semua tempat tinggal ramah hewan. Luas rumah, ventilasi, kebersihan, hingga aturan lingkungan sekitar perlu dipertimbangkan. Secara kesehatan lingkungan, penelitian menunjukkan bahwa kebersihan kandang dan area bermain hewan berpengaruh langsung terhadap risiko zoonosis, yaitu penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia. 

Organisasi Kesehatan Dunia mencatat bahwa pengelolaan kebersihan hewan peliharaan yang baik dapat menurunkan risiko penularan penyakit hingga lebih dari 50 persen. Ini berarti memelihara hewan juga menuntut tanggung jawab terhadap kesehatan anggota keluarga dan lingkungan sekitar.

Hal kelima adalah kesiapan mental dan emosional pemilik. 

Hewan bukan benda yang bisa dibuang ketika sudah tidak lucu atau merepotkan. Hewan bisa sakit, menua, dan mengalami perubahan perilaku. Ikatan emosional antara manusia dan hewan terbukti secara ilmiah melalui pelepasan hormon oksitosin saat berinteraksi. 

Namun, ikatan ini juga berarti pemilik harus siap menghadapi rasa sedih ketika hewan sakit atau bahkan mati. 

Banyak kasus penelantaran hewan terjadi karena pemilik tidak siap secara emosional menghadapi fase-fase tersebut. 

Padahal, kesejahteraan hewan sangat bergantung pada stabilitas emosi pemiliknya.

Pada akhirnya, memelihara hewan kesayangan adalah keputusan besar yang seharusnya lahir dari kesadaran, bukan sekadar resolusi tahunan. 

Hewan adalah makhluk hidup yang merasakan lapar, sakit, takut, dan nyaman.

Dengan mempertimbangkan lima hal penting ini secara matang, keputusan untuk memelihara anabul tidak hanya membawa kebahagiaan bagi manusia, tetapi juga menjamin kehidupan yang layak dan sejahtera bagi hewan itu sendiri. 

Semoga bermanfaat!

Sumber: