Simak! Inilah 7 Tips Memilih Kalung Emas agar Awet dan Tidak Mudah Putus

Simak! Inilah 7 Tips Memilih Kalung Emas agar Awet dan Tidak Mudah Putus

Kalung emas--

oganilir.co - Memilih kalung emas bukan sekadar urusan gaya, melainkan juga investasi yang memerlukan pertimbangan matang. Bagi Anda yang aktif dan ingin tampil elegan setiap hari, menemukan kalung emas yang awet, tidak mudah putus, dan aman untuk digunakan sehari-hari adalah sebuah keharusan. Perhiasan emas, terutama kalung, seringkali menjadi aksesori favorit yang melengkapi penampilan, namun rentan terhadap kerusakan jika tidak dipilih dengan cermat.

Memiliki kalung emas yang kuat dan tahan banting akan memberikan ketenangan pikiran, memungkinkan Anda beraktivitas tanpa khawatir perhiasan akan rusak atau hilang. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui tips memilih kalung emas yang awet tidak mudah putus, aman untuk sehari-hari agar investasi Anda tetap terjaga nilainya dan selalu siap menemani setiap momen berharga. Melansir dari berbagai sumber, Senin (5/1), simak ulasan informasinya berikut ini. 

1. Perhatikan Kadar Emas (Karat) untuk Kekuatan Optimal

Kadar emas merupakan faktor penentu utama dalam kekuatan dan ketahanan sebuah kalung. Emas murni, yang dikenal sebagai emas 24 karat, memiliki kandungan emas sebesar 99,9% dan sifatnya sangat lunak. Kelunakan ini menjadikannya mudah berubah bentuk atau tergores, sehingga kurang ideal untuk perhiasan yang dimaksudkan untuk pemakaian sehari-hari dan sering berinteraksi dengan aktivitas fisik.

Untuk kalung yang akan dikenakan setiap hari, pilihan terbaik jatuh pada kadar emas yang lebih rendah namun memiliki campuran logam lain untuk meningkatkan durabilitasnya. Emas 18K, yang mengandung 75% emas murni, menawarkan keseimbangan sempurna antara kemurnian dan kekuatan, serta mempertahankan warna kuning emas yang kaya. Sementara itu, emas 14K dengan 58,3% emas, menjadi pilihan yang sangat direkomendasikan karena daya tahannya yang luar biasa terhadap goresan dan benturan, berkat kandungan logam campurannya yang lebih tinggi.

Pemilihan kadar emas 14K atau 18K ini memastikan kalung Anda tidak hanya indah dipandang, tetapi juga cukup kokoh untuk menghadapi tantangan penggunaan sehari-hari. Dengan begitu, Anda tidak perlu khawatir kalung akan mudah rusak atau putus saat beraktivitas, menjadikannya investasi yang cerdas untuk jangka panjang.

2. Pilih Jenis Rantai yang Kuat dan Kokoh untuk Daya Tahan Maksimal

Jenis rantai kalung memainkan peran krusial dalam menentukan seberapa tahan lama perhiasan tersebut terhadap tekanan dan tarikan. Beberapa desain rantai secara inheren lebih kuat dan lebih mampu menahan penggunaan sehari-hari dibandingkan yang lain. Memilih jenis rantai yang tepat adalah langkah penting untuk memastikan kalung emas Anda awet dan tidak mudah putus.

Beberapa model rantai yang dikenal sangat kuat dan tahan lama meliputi rantai Curb atau Cuban Link, yang memiliki mata rantai pipih dan saling mengunci erat. Rantai Figaro, dengan pola mata rantai bervariasi, juga menawarkan kekuatan yang baik. Selain itu, rantai Rope atau Tali, yang terbuat dari pilinan untaian logam, serta rantai Wheat atau Spiga yang padat, sangat direkomendasikan karena konstruksinya yang solid. Rantai Box atau Kotak juga merupakan pilihan yang baik dengan kekuatan dan tampilan modern.

Sebaliknya, ada beberapa jenis rantai yang sebaiknya dihindari jika prioritas Anda adalah ketahanan untuk penggunaan aktif sehari-hari. Rantai Snake dan Herringbone, meskipun memiliki estetika yang menarik dan elegan, cenderung lebih halus dan rapat, membuatnya rentan terhadap kusut dan kerusakan. Desainnya yang kompleks dan banyak sambungan kecil dapat menjadi titik lemah, sehingga tidak ideal untuk kalung yang sering dipakai dan berisiko terkena benturan.

3. Perhatikan Ketebalan dan Berat Kalung untuk Ketahanan Ekstra

Selain kadar dan jenis rantai, ketebalan dan berat kalung juga merupakan indikator penting dari kekuatannya. Secara umum, kalung yang lebih tebal dan memiliki bobot yang lebih berat cenderung jauh lebih awet dan tahan banting dibandingkan dengan kalung yang tipis dan ringan. Hal ini karena semakin banyak material emas yang digunakan, semakin kuat pula struktur keseluruhan kalung tersebut.

Untuk penggunaan sehari-hari yang aktif, sangat disarankan untuk memilih kalung dengan ketebalan minimal 1 hingga 2 milimeter. Kalung yang terlalu tipis akan lebih rentan terhadap bengkok, putus, atau kerusakan akibat tekanan atau tarikan yang tidak disengaja selama aktivitas harian. Berat kalung secara langsung berkorelasi dengan jumlah logam mulia yang terkandung di dalamnya, yang pada gilirannya mempengaruhi daya tahannya secara signifikan.

Ketika Anda memegang kalung, rasakan bobotnya. Kalung yang terasa ringan dan rapuh di tangan mungkin tidak akan mampu bertahan lama jika sering dipakai. Oleh karena itu, investasi pada kalung yang sedikit lebih tebal dan berat adalah langkah bijak untuk memastikan perhiasan Anda tetap utuh dan indah dalam jangka waktu yang panjang, mengurangi risiko kerusakan yang tidak diinginkan.

4. Periksa Kualitas Pengait (Clasp) untuk Keamanan Optimal

Pengait atau clasp adalah salah satu komponen terpenting pada kalung yang seringkali luput dari perhatian, padahal kualitasnya sangat menentukan keamanan dan ketahanan kalung. Pengait yang buruk atau lemah dapat menyebabkan kalung mudah lepas, bahkan hilang, sehingga sangat penting untuk memilih pengait yang kokoh dan dapat diandalkan.

Dua jenis pengait yang paling umum ditemukan adalah Lobster Claw dan Spring Ring. Dari keduanya, pengait Lobster Claw atau capit udang dianggap sebagai pilihan yang lebih aman dan direkomendasikan. Mekanisme pegasnya yang kuat memastikan pengait tertutup rapat dan sulit terbuka secara tidak sengaja, memberikan ketenangan pikiran saat Anda beraktivitas.

Meskipun pengait Spring Ring atau cincin pegas juga umum digunakan, pastikan pegasnya kuat dan tidak mudah longgar. Pengait jenis ini lebih rentan terbuka jika sering terbentur atau tertarik. Penting juga untuk memastikan bahwa pengait terbuat dari bahan yang setara dengan kalung itu sendiri dalam hal kekuatan, dan periksa bahwa mekanisme pegasnya berfungsi dengan lancar serta rapat saat ditutup.

5. Pertimbangkan Desain Kalung Tanpa Liontin Berat atau Tajam

Bagi Anda yang berencana untuk mengenakan kalung dengan liontin, pemilihan desain liontin yang tepat sangatlah krusial untuk menjaga keawetan rantai kalung. Liontin yang terlalu berat dapat menimbulkan tekanan berlebihan pada rantai, terutama pada titik sambungan, yang pada akhirnya bisa menyebabkan rantai meregang atau bahkan putus seiring waktu.

Selain bobot, bentuk liontin juga perlu diperhatikan. Liontin dengan sudut atau tepi yang tajam berpotensi mengikis atau menggores mata rantai kalung secara perlahan. Gesekan yang terus-menerus ini dapat melemahkan struktur rantai, membuatnya lebih rentan terhadap kerusakan. Oleh karena itu, penting untuk memilih liontin yang proporsional dengan ketebalan dan kekuatan rantai kalung Anda.

Untuk penggunaan sehari-hari, liontin yang ringan dan memiliki tepi membulat atau desain yang halus adalah pilihan yang jauh lebih aman. Desain seperti ini tidak akan memberikan beban berlebih atau menyebabkan gesekan yang merusak, sehingga kalung emas Anda dapat tetap awet dan aman digunakan dalam jangka panjang tanpa mengurangi keindahannya.

6. Periksa Kualitas Sambungan dan Pengerjaan Perhiasan

Kualitas pengerjaan sebuah kalung emas adalah faktor fundamental yang sangat mempengaruhi daya tahannya. Perhiasan emas yang dibuat dengan baik akan menunjukkan sambungan yang mulus dan kokoh pada setiap mata rantai, tanpa adanya celah yang terlihat atau tanda-tanda pengerjaan yang kasar. Pemeriksaan detail ini sangat penting sebelum Anda memutuskan untuk membeli.

Setiap mata rantai harus tersambung dengan rapat dan presisi, memastikan tidak ada bagian yang terasa longgar atau rapuh. Sambungan yang lemah atau tidak sempurna merupakan titik rentan yang paling umum, yang dapat menyebabkan kalung mudah putus saat terkena tekanan atau tarikan. Perhatikan juga apakah ada tanda-tanda solder yang buruk atau pengerjaan yang terburu-buru, karena ini bisa menjadi indikasi kualitas yang kurang baik.

Kalung yang diproduksi dengan presisi tinggi oleh pengrajin yang terampil akan memiliki daya tahan yang jauh lebih unggul. Investasi pada kalung dengan pengerjaan berkualitas tinggi tidak hanya menjamin keindahan visual, tetapi juga memberikan jaminan kekuatan dan keawetan, memastikan perhiasan Anda tetap terjaga dalam kondisi prima selama bertahun-tahun penggunaan.

7. Pertimbangkan Perawatan dan Penyimpanan yang Tepat

Meskipun pemilihan kalung yang tepat adalah langkah awal yang krusial, perawatan dan penyimpanan yang benar adalah kunci utama untuk menjaga kalung emas tetap awet, tidak mudah putus, dan aman dalam jangka panjang. Tanpa perawatan yang memadai, bahkan kalung emas terbaik sekalipun dapat mengalami kerusakan atau kehilangan kilau aslinya.

Beberapa praktik perawatan penting meliputi menghindari paparan bahan kimia keras seperti klorin saat berenang, pemutih saat membersihkan rumah, atau produk kecantikan seperti parfum dan hairspray, yang dapat merusak permukaan emas. Bersihkan kalung secara teratur dengan air sabun hangat dan sikat berbulu lembut untuk menghilangkan kotoran, lalu bilas dan keringkan dengan kain lembut.

Penyimpanan yang tepat juga sangat penting; simpan kalung di tempat terpisah, seperti kotak perhiasan berlapis kain atau kantong lembut, untuk mencegah goresan atau kusut dengan perhiasan lain. Hindari tempat lembap atau terkena sinar matahari langsung. Terakhir, periksakan kalung Anda secara profesional setidaknya setahun sekali di toko perhiasan. Mereka dapat mengidentifikasi dan memperbaiki sambungan yang longgar atau pengait yang aus sebelum menjadi masalah yang lebih besar, memastikan kalung Anda selalu dalam kondisi prima.

Sumber: