Diduga PT SPF Kembali Semburkan Polusi udara

Diduga PT SPF Kembali Semburkan Polusi udara

Debu hasil polusi udara PT SPF--

#Warga disekitar perusahaan protes

OGAN ILIR, OGANILIR.CO-Untuk kesekian kalinya  Perusahaan PT Sumatera Prima Fiberboard (SPF) menyemburkan polusi udaranya berupa debu. Warga disekitar perusahaan mulai protes , mereka mengaku  kesehatannya mulai terganggu, baik itu pernapasan, maupun gatal-gatal pada kulit.

Seperti disampaikan warga  Desa Palemraya Kecamatan Indralaya Utara Kabupaten Ogan Ilir bernama Irham Puadi , yang lokasi peruhamannya berdekatan langsung dengan PT SPF mengatakan,  mengaku limbah debu dari PT SPF mulai menggangu aktifitas warga.

“Limbah debu yang bertebaran ke udara , sudah sangat mengganggu kesehatan, seperti pernapasan, kulit merasa gatal-gatal,’’kata Irham.

Tidak hanya kesehatan, warga juga disibukan setiap harinya harus membersihkan teras rumah, mobil dan lainnya, yang terkena debu,’’Liat sendiri debunya sangat tebal sekali,’’lanjut Irham.

BACA JUGA:Tak Berizin dan Merusak Lingkungan, Tambang Pasir Ilegal di OI Ditutup Polisi

BACA JUGA:Hutama Karya, Wujudkan Tol Hijau dan Ramah Lingkungan, Dengan “Tentara Hitam”

BACA JUGA:Tahun 2023 , Dinas Lingkungan Hidup Ogan Ilir, Beli Dua Dump Truk Sampah

Irham meminta  agar pihak perusahaan dan pihak terkait untuk segera mengatasi masalah polusi debu tersebut,’’ Kami meminta pihak terkait menindak tegas terhadap perusahaan ini, dan perusahaan ini  sebaiknya menghentikan operasinya terlebih dahulu, sebelum polusi udara tersebut bisa diatasi mereka,’’kata mantan Kades ini.

Senada disampaikan warga lainnya, seperti Mar dan Fik, bahwa hampir setiap hari  halaman rumah dikotori debu , “Bila pintu rumah terbuka, debu juga masuk kedalam rumah, ini jelas sudah tidak sehat lagi,’’katanya.

Humas PT SPF Ruli ketika dihubungi untuk dimintai komentarnya , belum berhasil dihubungi,  nomor Handpone miliknya dalam kondisi tidak aktif.

Senada dengan staf humas SPF lainnya yakni Fery, ketika dihubungi melalui Whatsapp (WA) juga tidak kunjung dibalasnya, meski sudah dibacanya dengan contreng warna biru.(sid)

 

Sumber: