Progres Jalan Lingkar Timur 2 Persen, Kendala Masih Banyak Warga yang Mengklaim Tanah Mereka Belum Dibebaskan

Progres Jalan Lingkar Timur 2 Persen, Kendala Masih Banyak Warga yang Mengklaim Tanah Mereka Belum Dibebaskan

Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan mulai mengerjakan jalan ruas Lingkar Timur Kota Prabumulih. foto: dian/oganilir.co.--

PRABUMULIH, OGANILIR.CO – Kabar gembira bagi warga Kota PRABUMULIH

Pasalnya, jalan ruas Lingkar Timur Kota Prabumulih yang selama ini hanya bisa dilewati dari sisi sebelah kiri (arah Prabumulih – Muara Enim, red),  ke depan bisa dilewati di kedua sisi ruas jalan.

Berdasarkan pantauan, Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan sudah memulai pekerjaan sejak beberapa bulan terakhir. 

“Kita sudah memulai pekerjaan sejak bulan November dan sistem kontrak multiyears selama tiga tahun. Jadi untuk pekerjaan sendiri sudah masuk bulan keempat,” ujar PPPK 3 BBPJN Sumsel, Surya Perdana.

BACA JUGA:Kabar Gembira untuk Warga, Jalan Bom Berlian-Sri Cinta Kelurahan Pangkalan Balai Banyuasin Segera Diperbaiki

BACA JUGA:Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Ini Masuk Jalur Berlawanan, Boyran Tewas Usai ‘Adu Kambing’ Sesama Pemotor

Lebih lanjut, pria berpostur tubuh tinggi itu mengaku, saat ini sedang ada pekerjaan rekonstruksi jalan dengan total panjang jalan Lingkar sepanjang 21 km mulai dari Tugu Air Mancur sampai dengan Tugu Nanas.

Diakuinya, jika beberapa tahun lalu pihaknya fokus melakukan perbaikan di jalan sebelah kiri. Saat ini, pihaknya fokus melakukan perbaikan di sebelah kanan. 

“Untuk progresnya sendiri masih 2 persen karena baru pembongkaran beton eksisting atau pembongkaran beton yang lama,” jelasnya.

BACA JUGA:Kabar Gembira untuk Warga, Jalan Bom Berlian-Sri Cinta Kelurahan Pangkalan Balai Banyuasin Segera Diperbaiki

BACA JUGA:Hindari Jalan Berlubang, Pengendara Ini Masuk Jalur Berlawanan, Boyran Tewas Usai ‘Adu Kambing’ Sesama Pemotor

Dengan perbaikan tanah dasar hingga mencapai kepadatan sesuai rencana.

Total anggaran yang digunakan sejak November 2022 hingga September 2024 mencapai Rp212 miliar dengan anggaran per tahun berbeda-beda. 

“Kemarin di 2022 sebesar Rp21 miliar, 2023 sebesar Rp46 miliar, dan sisanya di tahun 2024,” sambungnya.

Sumber: