Waspadai Begadang Memberikan Dampak Negatif Terhadap Kesehatan
Begadang Memberikan Dampak Negatif Terhadap Kesehatan--
oganilir.co - Begadang, atau kebiasaan terjaga hingga larut malam, dapat memberikan dampak negatif yang signifikan terhadap kesehatan fisik dan mental seseorang. Ketika tubuh kekurangan waktu tidur yang cukup, berbagai fungsi penting seperti konsentrasi, daya tahan tubuh, dan kestabilan emosi dapat terganggu.
Selain itu, begadang secara terus-menerus juga berisiko meningkatkan tekanan darah, memperburuk kondisi jantung, serta memicu gangguan metabolisme seperti obesitas dan diabetes. Efek jangka pendeknya mungkin terasa sepele, seperti rasa lelah atau sulit fokus, namun jika menjadi kebiasaan, begadang dapat menurunkan kualitas hidup secara keseluruhan.
Oleh karena itu, penting untuk menjaga pola tidur yang teratur demi kesehatan dan kesejahteraan jangka panjang.
Mengutip laman situs Alo dokter Kemenkes RI, ada banyak efek buruk begadang yang penting untuk dikenali, antara lain:
1. Peningkatan berat badan
Berbagai penelitian menunjukkan bahwa orang yang kurang tidur atau sering begadang bisa mengalami kenaikan berat badan lebih banyak daripada orang yang tidurnya cukup setiap hari. Hal ini membuat orang tersebut lebih rentan terkena obesitas.
Ada beberapa alasan mengapa efek begadang bisa meningkatkan berat badan. Salah satu alasannya yaitu begadang bisa menyebabkan metabolisme tubuh terganggu. Selain itu, kurang tidur juga bisa membuat tubuh menjadi lebih cepat lapar, sehingga pola makan pun sulit untuk dijaga.
2. Penuaan dini
Saat begadang dan kurang tidur, tubuh Anda akan menghasilkan lebih banyak hormon stres (kortisol). Hormon ini dapat memecah dan merusak struktur kolagen pada kulit, yakni protein yang berfungsi untuk membuat kulit lebih kencang dan elastis.
Akibat sering begadang, kulit dan wajah Anda akan menjadi lebih kusam dan kering. Rusaknya kolagen di wajah pun bisa menyebabkan munculnya garis-garis atau kerutan di wajah, serta munculnya lingkaran hitam di sekitar mata (mata panda).
3. Mudah lupa
Ketika Anda tidur, jaringan dan sel-sel saraf di otak akan mengalami proses perbaikan atau regenerasi. Dengan terbentuknya jaringan otak yang sehat, fungsi otak Anda akan senantiasa terjaga. Regenerasi jaringan otak juga penting untuk memperkuat ingatan atau daya ingat, konsentrasi, dan kemampuan berpikir.
Sebaliknya, saat Anda sering begadang, sel-sel dan jaringan otak akan lebih cepat rusak dan sulit diperbaiki. Hal ini bisa membuat fungsi otak terganggu, sehingga Anda akan lebih sering mengantuk, mudah lupa, dan sulit berkonsentrasi.
4. Penurunan fungsi otak
Efek begadang dapat mengurangi daya nalar, kemampuan memecahkan masalah, dan konsentrasi. Kemampuan Anda dalam memperhatikan sesuatu serta tingkat kewaspadaan juga akan menurun. Sulit fokus karena begadang dapat menyebabkan kecelakaan saat berkendara atau bekerja.
5. Penurunan gairah seksual (libido)
Libido yang menurun adalah salah satu efek begadang. Ketika kurang tidur, tubuh bisa menjadi kelelahan, mengantuk, kekurangan energi, dan lebih mudah stres. Efek begadang ini pada akhirnya bisa membuat Anda menjadi kurang bergairah untuk berhubungan seksual.
6. Peningkatan risiko terkena gangguan mental
Beberapa riset menunjukkan bahwa orang yang sering begadang lebih rentan mengalami gangguan fungsi otak dan juga gangguan tidur berupa insomnia. Dalam jangka panjang, efek begadang tersebut bisa meningkatkan risiko terjadinya gangguan mental, seperti depresi dan gangguan cemas.
Risiko ini juga akan makin meningkat jika Anda memiliki kebiasaan kurang sehat, seperti sering merokok, jarang olahraga, sering stres, dan tidak menjaga pola makan.
7. Peningkatan risiko terkena kanker
Efek begadang juga berkaitan dengan peningkatan risiko seseorang terkena kanker. Penelitian menunjukkan bahwa orang yang memiliki kebiasaan kurang tidur, atau sering bekerja shift di malam hari, lebih rentan terkena kanker daripada orang yang tidurnya cukup sehari-hari. Belum diketahui pasti apa efek begadang terhadap kemunculan kanker, tetapi diduga berkaitan dengan stres dan kerusakan sel-sel tubuh.
8. Penurunan sistem imunitas
Berbagai riset menunjukkan bahwa kebiasaan kurang tidur atau begadang, terutama jika waktu tidur kurang dari 6 jam, bisa membuat daya tahan tubuh melemah. Hal ini bisa membuat tubuh Anda lebih rentan terkena infeksi bakteri dan virus. Bahkan, hal ini juga bisa menghambat proses pemulihan dari sakit.
Setelah mengetahui berbagai efek begadang tidak ada yang baik bagi tubuh, saatnya Anda berpikir lagi sebelum memutuskan untuk begadang. Usahakan untuk memenuhi kebutuhan tidur minimal 7 jam setiap harinya.
Dengan mempertimbangkan berbagai dampak negatif yang ditimbulkan, sudah sepatutnya kita mulai menyadari pentingnya menjaga pola tidur yang sehat dan menghindari kebiasaan begadang demi mendukung kesehatan tubuh, kestabilan emosi, serta produktivitas dalam kehidupan sehari-hari.
Namun, jika terdapat gangguan tidur yang membuat kualitas atau jam tidur berkurang, Anda dapat berkonsultasi ke dokter untuk mendapatkan penanganan yang sesuai.
Sumber:

