Sering Duduk Terlalu Lama? Dapat Mengakibatkan Timbulnya Penyakit

Sering Duduk Terlalu Lama? Dapat Mengakibatkan Timbulnya Penyakit

Sering Duduk Terlalu Lama? Dapat Mengakibatkan Timbulnya Penyakit--

oganilir.co - Di era modern yang serba digital ini, banyak orang menghabiskan sebagian besar waktunya dengan duduk, baik saat bekerja, belajar, maupun bersantai. Kebiasaan ini sering dianggap wajar, padahal duduk terlalu lama tanpa diselingi aktivitas fisik dapat membawa dampak buruk bagi kesehatan. 

Berbagai penelitian menunjukkan bahwa duduk dalam waktu yang lama dapat meningkatkan risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes, penyakit jantung, hingga gangguan otot dan tulang. Oleh karena itu, penting untuk memahami bahaya yang ditimbulkan dari kebiasaan ini agar kita lebih waspada dan mampu mengambil langkah pencegahan sedini mungkin.

Mengutip laman situs Alo dokter Kemenkes RI, jika sering duduk terlalu lama, akan lebih berisiko mengalami beberapa masalah kesehatan berikut ini:

1. Nyeri kronis

Duduk terlalu lama akan memengaruhi otot punggung dan pinggul, menyebabkan otot-otot tersebut menjadi pegal dan nyeri. Ditambah lagi, postur duduk yang tidak benar dapat menekan cakram pada tulang belakang yang menimbulkan nyeri menetap dalam jangka waktu lama (kronis).

2. Perut buncit

Duduk terlalu lama menyebabkan berkurangnya pelepasan molekul seperti lipoprotein lipase, yang mengolah lemak dan gula tubuh, serta lebih mungkin terkena sindrom metabolik. Inilah alasan mengapa duduk terlalu lama bisa menyebabkan perut buncit.

3. Sakit punggung

Duduk terlalu lama berarti dapat memberikan tekanan berlebih pada tulang belakang, otot punggung, dan leher. Menggunakan kursi ergonomis dapat membantu menjaga postur tubuh agar tetap nyaman. Meski demikian, tetap saja sebaiknya kamu tidak terlalu lama duduk, mengingat banyaknya risiko lain yang dapat timbul.

4. Trombosis vena dalam

Deep vein thrombosis atau trombosis vena dalam adalah penggumpalan darah yang terjadi di dalam pembuluh darah vena bagian dalam, umumnya terjadi pada area tungkai. Kalau kamu sering duduk terlalu lama, risiko DVT bisa menjadi lebih tinggi. Apalagi, gejala kondisi ini sering kali muncul setelah sudah parah.

5. Atrofi otot

Kaki dan bokong yang jarang digerakkan karena duduk terlalu lama dapat menyebabkan atrofi otot, sehingga otot-otot tersebut menjadi lemah. Jika otot lemah, kamu lebih berisiko cedera.

6. Obesitas

Ketika duduk terlalu lama, kamu mungkin akan menjadi lebih jarang bergerak atau berolahraga. Jika dibarengi kebiasaan buruk lain, seperti sering ngemil atau makan berlebihan, hal ini bisa membuatmu berisiko mengalami peningkatan berat badan atau bahkan obesitas.

7. Osteoporosis

Hentikan kebiasaan duduk terlalu lama dari sekarang kalau kamu tidak ingin kepadatan tulangmu menurun. Orang yang jarang berolahraga dan lebih sering menghabiskan waktunya dengan duduk diketahui lebih berisiko mengalami osteoporosis.

8. Diabetes

Duduk terlalu lama dapat menurunkan sensitivitas sel tubuh terhadap insulin, sehingga pembakaran karbohidrat dan gula untuk energi menjadi terganggu. Akibatnya, risiko terkena diabetes bisa lebih tinggi. Bahkan, penelitian membuktikan orang yang duduk terlalu lama berisiko mengalami diabetes sebesar 112%.

9. Kanker

Meski alasannya belum dapat dipastikan, tetapi penelitian menemukan adanya keterkaitan antara duduk terlalu lama dalam jangka panjang dengan meningkatnya risiko terkena beberapa jenis kanker, seperti kanker kandung kemih, kanker usus, atau kanker paru-paru.

10. Penyakit jantung

Duduk terlalu lama dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan pembuluh darah, termasuk stroke. Penelitian telah mengungkap kalau orang yang bekerja lebih banyak duduk, berisiko dua kali lipat lebih tinggi mengalami serangan jantung dibandingkan dengan orang yang bekerja lebih banyak berdiri.

Oleh karena itu, penting bagi setiap individu untuk lebih memperhatikan durasi duduk sehari-hari dan mulai menerapkan gaya hidup yang lebih aktif sebagai langkah pencegahan terhadap berbagai risiko kesehatan. Dengan menyempatkan diri untuk berdiri, berjalan, atau melakukan peregangan secara rutin, kita dapat mengurangi dampak negatif dari duduk terlalu lama dan menjaga tubuh tetap sehat serta bugar dalam jangka panjang.

Sumber: