Tenis Meja Pornas Korpri Sumsel 2025 - Blade Asisten II Pemprov Sumbar Diprotes Pejabat Bali
Partai ganda eksekutif eselon I dan II antara Pemprov Sumbar vs Pemprov Bali di Court 3 GOR Tenis Meja Pitstop Palembang, Kamis 9 Oktober 2025. Foto: oganilir.co/Dendi Romi--
PALEMBANG, oganilir.co - Persaingan untuk menjadi juara di nomor ganda eksekutif pejabat eselon I dan II Pornas Korpri XVII Sumsel 2025 sangat tinggi.
Di nomor ganda eksekutif pejabat eselon I dan II yang digelar di Court 3 GOR Tenis Meja Pitstop Palembang, Kamis 9 Oktober 2025 diprotes sesama pejabat eselon II. Yakni antara pejabat eselon II Pemerintah Provinsi Bali (Nyoman/Agung Rai) dengan Pemerintah Provinsi Sumbar (Adib Alfikri/Yozawardi).
Sebelum pertandingan dimulai, para atlet tenis meja wajib memeriksa karet blade (bet) masing-masing. Nah, saat saling periksa karet bet itulah, Agung Rai memprotes bet milik Adib Alfikri.
BACA JUGA:Tenis Meja Pornas Korpri 2025 - Ganda Eselon II Sumsel Tumbang
Agung Rai meminta wasut 1 untuk memastikan jumlah bintik yang sudah tanggal pada karet bet milik Adib Alfikri. Bet milik Asisten II Setda Pemprov Sumbar itu pun langsung dibawa ke meja panitia PB PTMSI.
Alat pengukur jumlah bintik langsung dikeluarkan. Hasilnya, karet bet milik Adib Alfikri tidak diperkenankan digunakan.
Adib pun mengeluarkan bet cadangan. Agung Rai pun memeriksa dan meminta wasit 1 untuk memeriksakan ke meja panitia.
Lagi-lagi bet Adib tidak memenuhi syarat untuk digunakan karena tidak karetnya tidak menggunakan spon.
Adib Alfikri sempat emosi dan meminta wasit memeriksa bet milik Wayan dan Agung Rai ke meja panitia.
Referee pertandingan David Solomon Dodioh langsung turun tangan mendatangi para pemain di meja 3. Setelah diperiksa, dua bet milik pejabat eselon II Pemprov Bali itu dinyatakan memenuhi standar ITTF.
BACA JUGA:Tim Tenis Meja Kementan Raih Emas Nomor Beregu Eksekutif Pornas Korpri 2025
Pelatih Sumbar pun langsung membeli karet bintik untuk sang pejabat. Akhirnya, Adib menggunakan salah satu bet pemain Sumbar.
Protes karet bet itu memakan waktu hampir 40 menit.
Pertandingan pun dimulai dengan tensi tinggi. Dua pejabat eselon II berteriak saat meraih poin. Bahkan Adib Alfikri meneriakkan "Sumbar".
Sumber:

