Simak! Inilah 8 Aroma yang Paling Disukai Kucing, Jangan Asal Pakai!

Simak! Inilah 8 Aroma yang Paling Disukai Kucing, Jangan Asal Pakai!

Aroma yang Paling Disukai Kucing Secara Alami--

oganilir.co - Kucing memang dikenal sebagai hewan yang sensitif, termasuk soal penciuman. Aroma yang menurut manusia wangi dan menyegarkan, bisa saja terasa terlalu kuat atau tidak nyaman bagi kucing.

Bahkan, aroma tertentu dapat membuat kucing stres atau memilih menjauh dari area di sekitarnya. Karena itu, memahami aroma yang paling disukai kucing penting bagi pemilik yang ingin kucing tetap nyaman sekaligus menjaga rumah tetap segar.

Nah, sebelum asal memilih pewangi atau parfum hewan, ada baiknya kamu kenalan dulu dengan aroma yang disukai kucing dan aroma yang sebaiknya dihindari. Yuk, langsung kita bahas satu per satu di bawah ini!

Seberapa Sensitif Indera Penciuman Kucing?

Indera penciuman merupakan salah satu alat utama bagi kucing untuk memahami dunia di sekitarnya. Jika manusia memiliki sekitar lima juta reseptor penciuman, kucing memiliki jumlah yang jauh lebih banyak.

BACA JUGA:Inilah 8 Tips agar Bulu Kucing Tidak Gampang Rontok dan Mudah Dilakukan!

BACA JUGA:Simak! Begini Cara Memahami Perasaan Kucing, Perhatikan 6 Gerakan Ekornya

Selain itu, kucing juga memiliki organ khusus yang disebut vomeronasal organ (atau organ Jacobson), yang membantu mereka mengenali aroma secara lebih mendalam, terutama aroma yang berkaitan dengan emosi dan insting.

Bagi kucing, aroma berfungsi lebih dari sekadar bau. Aroma membantu mereka:

Mengenali pemilik dan sesama hewan

Menandai wilayah sebagai bagian dari teritori aman

Menentukan apakah suatu lingkungan terasa nyaman atau mengancam

Merespons perubahan di sekitar mereka

Karena sensitivitas inilah, kucing sangat peka terhadap aroma baru atau aroma yang terlalu kuat. Perubahan aroma yang mendadak (baik dari pewangi ruangan, produk pembersih, maupun parfum) dapat membuat kucing merasa kebingungan atau tidak aman.

BACA JUGA:Kucing Pipis Sembarangan? Ini Tips Bersihkannya agar Rumah Tidak Bau Pesing

BACA JUGA:Inilah Cara Praktis Mengelola Aroma Kucing Agar Rumah Tetap Nyaman

Aroma yang Paling Disukai Kucing Secara Alami

Setiap kucing memiliki preferensi yang unik, tetapi secara umum ada beberapa jenis aroma alami yang cenderung disukai oleh sebagian besar kucing. Aroma-aroma ini bekerja selaras dengan insting alami kucing, sehingga tidak terasa mengganggu bahkan dapat memberikan efek menenangkan.

Berikut beberapa aroma yang paling disukai kucing berdasarkan karakteristik alaminya:

1. Catnip (Nepeta cataria)

Catnip merupakan aroma yang paling dikenal dan paling sering disukai kucing. Tanaman ini mengandung senyawa aktif nepetalactone yang berinteraksi langsung dengan reseptor penciuman kucing dan memicu respons perilaku positif, seperti berguling, menggosokkan tubuh, atau terlihat lebih rileks dan playful.

Menurut penelitian yang dipublikasikan dalam Behavioural Processes, stimulasi penciuman menggunakan catnip terbukti meningkatkan perilaku eksploratif dan respons positif pada kucing, terutama dalam konteks olfactory enrichment.

BACA JUGA:Tips Mudah Menghilangkan Bau Urine Kucing dari Pakaian

BACA JUGA:3 Tips Ampuh untuk Menghilangkan Bau Kucing di Rumah

Efek ini bersifat sementara dan aman, meskipun tidak semua kucing merespons catnip karena faktor genetik.

2. Aroma Tubuh Alami Pemilik

Menariknya, salah satu aroma yang paling menenangkan bagi kucing bukan berasal dari tanaman, melainkan dari aroma tubuh alami pemiliknya. Aroma ini memberikan rasa familiar dan aman karena berkaitan langsung dengan ikatan sosial.

Inilah alasan mengapa kucing sering tidur di pakaian atau selimut pemiliknya. Bukan karena aromanya wangi, tetapi karena aromanya menenangkan.

3. Valerian Root

Valerian berasal dari akar tanaman Valeriana officinalis dan memiliki aroma yang cukup kuat bagi manusia. Namun, pada sebagian kucing, valerian justru memicu ketertarikan dan respons sensorik yang mirip dengan catnip, meskipun mekanismenya sedikit berbeda.

BACA JUGA:Simak! Ternyata ini 4 Alasan Kucing Menghindari Air

BACA JUGA:Ketahui! Inilah 6 Penyebab Kucing Terus Menatap Pemiliknya

Sebuah studi dalam Journal of Veterinary Behavior menjelaskan, senyawa actinidine dalam valerian dapat memicu respons perilaku pada kucing, bahkan pada kucing yang tidak bereaksi terhadap catnip.

Karena itu, valerian sering dianggap sebagai alternatif aroma alami yang juga termasuk aroma yang paling disukai kucing tertentu.

4. Silver Vine (Actinidia polygama)

Silver vine dikenal sebagai salah satu tanaman yang memiliki daya tarik tinggi bagi kucing, bahkan pada persentase yang lebih besar dibanding catnip. Aromanya berasal dari senyawa iridoid alami yang merangsang sistem penciuman kucing.

Penelitian yang dipublikasikan di Applied Animal Behaviour Science menunjukkan, kucing lebih sering berinteraksi dan menghabiskan waktu lebih lama dengan objek yang diberi aroma silver vine dibandingkan objek tanpa aroma atau aroma lain.

5. Honeysuckle (Kayu Honeysuckle)

Berbeda dengan bunga honeysuckle, yang dimaksud di sini adalah kayu honeysuckle kering. Aroma kayu ini bersifat earthy dan natural, sehingga terasa familiar bagi kucing dan tidak memicu respons ancaman.

Studi tentang olfactory enrichment pada kucing dalam Applied Animal Behaviour Science menunjukkan, aroma alami dari bahan tanaman dan kayu tertentu dapat meningkatkan ketenangan dan interaksi positif kucing dengan lingkungannya.

Karena sifatnya yang lembut dan tidak menyengat, honeysuckle sering dimasukkan dalam daftar aroma yang relatif aman dan disukai kucing.

6. Aroma Kayu Alami Bernuansa Earthy

Aroma kayu alami yang lembut (seperti kayu kering atau aroma tanah) sering kali terasa familiar bagi kucing. Nuansa ini menyerupai lingkungan alami yang secara naluriah diasosiasikan kucing dengan rasa aman dan teritori yang stabil.

Aroma alami berbasis tanaman dan material lingkungan dapat memberikan efek positif pada perilaku kucing, terutama dalam konteks environmental enrichment, seperti meningkatkan rasa tenang dan mengurangi stres ringan.

7. Chamomile (Pet-safe, Intensitas Rendah)

Chamomile dikenal memiliki efek menenangkan pada sistem saraf mamalia. Pada kucing, aroma chamomile dalam kadar sangat rendah dan formulasi khusus hewan dapat membantu menciptakan suasana yang lebih tenang, terutama pada kondisi tertentu seperti lingkungan baru.

Tinjauan ilmiah dalam Journal of Feline Medicine and Surgery menyebutkan, stimulasi penciuman berintensitas rendah dari bahan alami berpotensi membantu mengurangi tanda stres ringan pada kucing, selama penggunaannya dikontrol dengan baik.

8. Lavender Lembut (Pet-safe, Sangat Rendah)

Lavender sering dikaitkan dengan efek relaksasi, namun penggunaannya pada kucing harus sangat berhati-hati. Dalam konsentrasi yang sangat rendah dan formulasi pet-safe, sebagian kucing masih dapat mentoleransi aroma lavender yang lembut.

Sebuah studi dalam BMC Veterinary Research meninjau efek aromaterapi pada hewan dan menekankan, konsentrasi aroma menjadi faktor kunci. Pada kucing, aroma lavender tidak selalu memberikan efek menenangkan dan justru bisa menimbulkan ketidaknyamanan jika terlalu kuat.

Artinya, lavender bukan aroma favorit utama kucing, tetapi dalam kondisi tertentu bisa diterima jika digunakan dengan sangat bijak.

Aroma yang Sebaiknya Dihindari Kucing

Meskipun beberapa aroma terasa segar dan menenangkan bagi manusia, tidak semuanya aman atau nyaman bagi kucing. Karena indra penciuman kucing sangat sensitif, aroma tertentu justru dapat memicu stres, ketidaknyamanan, hingga gangguan kesehatan.

Inilah beberapa aroma yang sebaiknya dihindari kucing:

1. Aroma Citrus (Lemon, Jeruk, Grapefruit)

Aroma citrus dikenal tajam dan menyegarkan bagi manusia, tetapi bagi kucing aroma ini sering kali terasa terlalu kuat dan mengganggu. Senyawa alami dalam citrus, seperti limonene, dapat menimbulkan respons penolakan pada kucing.

Menurut tinjauan ilmiah dalam Journal of Veterinary Toxicology, kucing memiliki kemampuan metabolisme yang terbatas terhadap senyawa tertentu dalam citrus, sehingga paparan aroma citrus (terutama dalam bentuk pekat) berpotensi menyebabkan iritasi dan stres.

Efek ini membuat aroma citrus sering digunakan sebagai cat repellent alami, yang menandakan aroma tersebut memang tidak disukai kucing.

2. Aroma Eucalyptus

Eucalyptus mengandung senyawa eucalyptol yang aromanya sangat kuat. Bagi kucing, senyawa ini bisa menjadi terlalu agresif bagi sistem penciuman mereka, bahkan dalam jumlah kecil.

Sebuah laporan dalam Journal of Feline Medicine and Surgery menyebutkan,minyak esensial dengan kandungan eucalyptol dapat memicu gejala toksisitas pada kucing karena keterbatasan enzim hati mereka dalam memproses senyawa tersebut.

3. Aroma Tea Tree (Melaleuca Oil)

Tea tree oil sering dianggap alami dan aman bagi manusia, tetapi bagi kucing justru berisiko. Aroma ini mengandung senyawa terpenes yang sulit dimetabolisme oleh tubuh kucing.

Menurut laporan kasus klinis yang dipublikasikan di Veterinary Medicine and Science, paparan tea tree oil pada kucing dapat menyebabkan gejala seperti lesu, gangguan koordinasi, hingga tremor.

4. Aroma Beralkohol dan Parfum Sintetis

Parfum manusia umumnya mengandung alkohol dan synthetic fragrance dengan konsentrasi tinggi. Aroma jenis ini tidak dirancang untuk indra penciuman hewan dan sering kali terlalu menyengat bagi kucing.

Sebuah ulasan ilmiah tentang olfactory sensitivity in cats menjelaskan, paparan aroma sintetis dapat menyebabkan sensory overload, membuat kucing menunjukkan perilaku menghindar, stres, atau gelisah.

Sumber: