Polsek Indralaya Panen Jagung 3 Hektar di Desa Tanjung Pering Ogan Ilir
Panen jagung di Desa Tanjung Pering --
OGANILIR.CO— Polres Ogan Ilir melalui Polsek Indralaya melaksanakan kegiatan Panen Jagung Program Ketahanan Pangan di lahan pertanian BUMDes Desa Tanjung Pering, Kecamatan Indralaya Utara, Kabupaten Ogan Ilir, pada Senin 12 Januari 2026.
Kegiatan panen jagung ini merupakan bentuk nyata dukungan Polres Ogan Ilir melalui Polsek Indralaya terhadap program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan dan kemandirian pangan di tingkat desa.
Panen dilaksanakan di lahan seluas 3 hektare milik BUMDes Desa Tanjung Pering dengan hasil panen diperkirakan mencapai kurang lebih 6 ton jagung.
BACA JUGA:4 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Tubuh
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Sekcam Indralaya Utara Mukodas, S.E., Kapolsek Indralaya AKP Junardi, S.H., M.A.P., Bhabinkamtibmas Aipda Reno Dinawan, Babinsa Setu Hairil Amri, Kepala Desa Tanjung Pering Agus Salim, Ketua BUMDes Novita Sari, Kelompok Tani Pering Jaya yang diketuai Edi Rikwanto, koordinator dan penyuluh pertanian, pendamping desa, serta anggota BPBD Desa Tanjung Pering.
Kapolres Ogan Ilir AKBP Bagus Suryo Wibowo, S.I.K. menyampaikan bahwa program ketahanan pangan yang dijalankan oleh jajaran kepolisian merupakan komitmen Polri dalam mendukung kebijakan pemerintah untuk menjaga stabilitas pangan masyarakat.
“Melalui Polsek jajaran, Polres Ogan Ilir terus mendorong pelaksanaan program ketahanan pangan berbasis desa. Sinergi antara Polri, pemerintah desa, kelompok tani, dan instansi terkait menjadi kunci dalam mewujudkan kemandirian pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” tegas Kapolres Ogan Ilir.
BACA JUGA:4 Manfaat Air Kelapa untuk Kesehatan Tubuh
Sementara itu, Kapolsek Indralaya AKP Junardi, S.H., M.A.P. menjelaskan bahwa kegiatan panen jagung ini merupakan hasil kerja sama Polres Ogan Ilir melalui Polsek Indralaya dengan Pemerintah Desa Tanjung Pering, BUMDes, serta kelompok tani setempat, dengan pendampingan intensif dari penyuluh pertanian sejak masa tanam.
Jagung yang dipanen merupakan hasil penanaman yang dilakukan sejak 20 September 2025 dengan masa tanam sekitar 115 hari hingga siap panen. Selama masa pertumbuhan, tanaman jagung mendapatkan perawatan dan pengawasan secara berkala, termasuk pemupukan dan pengendalian hama, sehingga menghasilkan panen yang optimal.
Kegiatan panen jagung program ketahanan pangan ini berlangsung dengan tertib, aman, dan kondusif, serta diperkirakan akan selesai dalam dua hari ke depan.
BACA JUGA:Trump Ngaku Presiden Sementera Venezuela, Wapres Rodriguez Tegas Membantah
Program ini diharapkan mampu mendukung kecukupan pangan masyarakat, memperkuat kemandirian pangan desa, serta mencegah terjadinya kerawanan pangan di wilayah Kabupaten Ogan Ilir.(Sid)
Sumber:


