Jembatan Plat Besi Ketapang 2 Ogan Ilir Jebol, Warga Teranvam Terisolasi
Jembatan plat besi di Desa Ketapang II jebol--
OGANILIR.CO — Jembatan plat besi di Desa Ketapang 2, Kecamatan Rantau Panjang, Kabupaten Ogan Ilir, mengalami kerusakan hingga jebol dengan diameter 50 cm.
Kerusakan jembatan tersebut sudah berlangsung beberapa pekan ini, tanpa adanya upaya dilakukan perbaikan, dan tidak ada tanda petunjuk agar pengendara baik roda empat dan dua untuk berhati-hati.
Parahnya lagi, jembatan vital yang menghubungkan Desa Ketapang 2 dengan Desa Tanjung Harapan itu kini tidak bisa dilalui kendaraan roda empat, sehingga dikhawatirkan akan mengganggu perekonomian masyarakat.
BACA JUGA:Hubungan Memanas dengan Iran, AS Buka Pangkalan Udara di Qatar
Informasi yang diterima dari warga yang tempat tinggalnya tidak jauh dari kerusakan jembatan tersebut, bahwa jebol jembatan tersebut sejak Sabtu, 27 Desember 2025, diduga kuat akibat tidak mampu menahan beban berat truk bermuatan kelapa sawit yang melintas melebihi kapasitas.
Hingga Rabu 14 Januari 2026, belum terlihat tanda tanda adanya perbaikan dari pihak terkait.
“Mobil sama sekali tidak bisa lewat. Padahal ini jalan alternatif Tanjung Raja–Palembang yang merupakan jalan provinsi. Tapi sampai sekarang seperti dibiarkan,” kata warga mengaku bernama Burnani.
BACA JUGA:Ternyata Kulit Buah dan Sayur Ini Aman Dimakan dan Kaya akan Vitamin
Kerusakan jembatan ini berdampak langsung pada mobilitas dan roda perekonomian warga. Saat ini, jembatan hanya bisa dilalui sepeda motor dan kendaraan roda tiga, sementara kendaraan pengangkut hasil pertanian dan kebutuhan pokok terpaksa mengambil jalan alternatif lainnya dengan cara memutar yang jaraknya lebih jauh.
Jembatan plat besi tersebut sudah berulang kali rusak, namun perbaikan yang dilakukan selama ini hanya bersifat sementara alias sekedarnya saja.
“Perbaikan paling lama bertahan satu sampai dua bulan. Habis itu rusak lagi,"lanjut warga.
BACA JUGA:5 Jenis Pilihan Makanan Beku Praktis yang Sehat untuk Tubuh
Warga mendesak pemerintah daerah dan Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) segera turun tangan melakukan perbaikan menyeluruh dengan kualitas konstruksi yang layak. Mereka menilai jembatan tersebut sangat vital karena menjadi jalur alternatif utama antarwilayah.
Sementara itu, pihak UPTD Jalan dan Jembatan Kabupaten Ogan Ilir dan OKI dari Dinas Pekerjaan Umum Bina Marga dan Tata Ruang Provinsi Sumsel mengakui kerusakan jembatan telah dilaporkan ke pemerintah provinsi.
“Kerusakan jembatan plat besi di Desa Ketapang 2 sudah kami laporkan ke Provinsi Sumatera Selatan. Mudah-mudahan dalam waktu dekat dapat segera diperbaiki,” ujar salah satu staf UPTD ketika dikonfirmasi.
BACA JUGA:Simak! Ini 10 Manfaat Buah Durian untuk Kesehatan yang Jarang Diketahui
Ia mengungkapkan, jembatan tersebut hanya memiliki kapasitas beban maksimal 5 ton. Sementara itu, truk pengangkut kelapa sawit yang melintas diduga membawa muatan hampir sepuluh ton.
“Jembatan tidak kuat menahan beban bila melebihi tonase. Ke depan kami berharap ada kesadaran bersama untuk mencegah kendaraan bertonase tinggi melintas,” harapnya (Sid)
Sumber:

