Diancam AS, Garda Revolusi Iran Gelar Latihan Tembak di Selat Hormuz
Angkatan Laut Garda Revolusi Iran melakukan latihan tembak i Selat Hormuz. Foto: AFP--
TEHERAN, oganilir.co - Ancaman Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump yang mengirim Kapal Induk USS Abraham Lincoln ke Timur Tengah, disikapi Iran dengan menggelar latihan militer.
Angkatan Laut Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) akan melakukan latihan tembak langsung di perairan Selat Hormuz pada awal Februari. latihan tembak ini digelar di tengah ancaman serangan Amerika Serikat (AS) terhadap Teheran.
Laporan media pemerintah Iran, Press TV, seperti dilansir Al Arabiya, Jumat (30/1/2026), menyebutkan bahwa latihan tembak oleh Angkatan Laut IRGC itu akan digelar pada 1 dan 2 Februari mendatang di Selat Hormuz.
Selat Hormuz merupakan jalur ekspor minyak terpenting di dunia, yang menghubungkan produsen minyak terbesar di kawasan Teluk, seperti Arab Saudi, Iran, Irak, dan Uni Emirat Arab, dengan Teluk Oman dan Laut Arab. Jalur perairan ini dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global.
BACA JUGA:Hubungan Memanas dengan Iran, AS Buka Pangkalan Udara di Qatar
Latihan tembak tersebut digelar saat ketegangan antara AS dan Iran semakin meningkat. Pada Kamis (29/1), Teheran bersumpah akan memberikan "respons yang menghancurkan" terhadap setiap serangan, setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan bahwa waktu untuk kesepakatan nuklir hampir habis.
Awal pekan ini, deputi politik Angkatan Laut IRGC, Mohammad Akbarzadeh, mengancam penutupan Selat Hormuz. Ancaman serupa telah beberapa kali dilontarkan Iran di masa lalu, tetapi tidak pernah dilaksanakan.
"Iran memiliki intelijen secara real-time di Selat Hormuz, di atas dan di bawah permukaan, dan keamanan jalur strategis ini bergantung pada keputusan Teheran," sebutnya.
BACA JUGA:Giliran Prancis Larang Penggunaan Medsos Bagi Anak-Anak
"Kami tidak ingin ekonomi dunia menderita, tetapi Amerika dan para pendukung mereka tidak akan mendapat manfaat dari perang yang mereka mulai," tegas Akbarzadeh.
Sebelum pengumuman latihan tembak IRGC di Selat Hormuz pada awal Februari, otoritas Iran merilis Notice to Airmen (NOTAM) untuk navigasi udara pada Selasa (27/1) waktu setempat, dengan alasan adanya aktivitas militer melibatkan tembakan langsung di wilayah udara sepanjang Selat Hormuz.
Pemberitahuan NOTAM itu menyebut latihan tembak langsung di sekitar Selat Hozmuz sebagai bagian dari latihan militer. Disebutkan bahwa aktivitas militer Iran itu berlangsung antara 27 Januari hingga 29 Januari dalam area melingkar dengan radius lima mil laut, atau 9,2 kilometer.
BACA JUGA:Menhan AS Kunjungi Korsel, Korut Tembakkan Roket ke Laut Kuning
Pemberitahuan NOTAM tersebut juga menegaskan bahwa wilayah udara di area yang ditentukan, dari permukaan tanah hingga ketinggian 25.000 kaki, akan dibatasi dan dinyatakan sebagai zona berbahaya selama latihan militer berlangsung.
Sumber:


