Denada Akui Ressa Rizky Anak Kandung, ini Klarifikasi Lengkapnya
Denada.--
JAKARTA, oganilir.co - Teka teki seorang pemuda asal Banyuwangi, Jawa Timur bernama Ressa Rizky Rosano yang mengaku sebagai anak kandung Denada, akhirnya terjawab.
Menanggapi isu yang beredar luas, pihak Denada akhirnya memberikan pernyataan resmi untuk meluruskan duduk perkara, menegaskan status keluarga, hingga masalah finansial yang selama ini menjadi pertanyaan publik.
Denada melalui kuasa hukumnya akhirnya mengakui secara terbuka bahwa Ressa adalah anak kandungnya. Langkah ini diambil untuk mengakhiri spekulasi liar di media sosial.
Pihak Denada diwakili oleh kuasa hukumnya yakni Muhammad Iqbal, menyatakan bahwa tidak pernah ada maksud untuk menyembunyikan identitas Ressa, namun ada pertimbangan privasi yang selama ini dijaga.
BACA JUGA:Sidang Gugatan Anak Biologis Denada Bergulir, PN Banyuwangi Buka Suara
Iqbal dengan tegas membantah narasi yang menyebutkan bahwa selama ini mereka tidak menganggap Ressa sebagai anak.
Kuasa hukumnya menjelaskan bahwa hubungan antara ibu dan anak ini sebenarnya tetap berjalan, meskipun tidak selalu diekspos di depan kamera.
"Kami tegaskan, klien kami tidak pernah sekalipun mengeluarkan pernyataan tidak mengakui Ressa sebagai anak. Hubungan darah itu mutlak dan tetap dihormati oleh klien kami," kata Iqbal dalam wawancara virtual.
Salah satu poin paling krusial dalam klarifikasi ini adalah soal tanggung jawab finansial. Menjawab isu adanya penelantaran, pihak Denada mengklaim bahwa mereka telah memenuhi kewajiban membiayai kebutuhan Ressa sejak kecil hingga saat ini.
BACA JUGA:Gagal Mediasi dengan Denada, Kuasa Hukum Ressa Rizky Siap Buka-Bukaan di Persidangan
Pihak keluarga menyatakan memiliki bukti-bukti bahwa Denada tetap memberikan dukungan ekonomi untuk pendidikan dan kesejahteraan Ressa. Klaim ini diajukan untuk mematahkan tuduhan bahwa Ressa dibiarkan berjuang sendiri tanpa bantuan dari ibu kandungnya.
Meskipun mengakui adanya dukungan finansial, pihak Denada juga menjelaskan bahwa dinamika keluarga mereka memang memiliki tantangan tersendiri.
"Masalah mengakui atau tidak itu gini, saya garis bawahi ya masalah anak ini. Mbak Denada ini bukan sekadar diakui atau ndak. Mas Ressa ini bukan sekadar diakui atau gimana ya sebagai anak ya, bahkan dibiayai, difasilitasi, disekolahkan. Namun, kok tiba-tiba ada gugatan ini, ya juga aneh," ungkap Iqbal.
BACA JUGA:6 Tahun Buron, Pelaku Persetubuhan Anak, Ditangkap Sat Reskrim Polres Ogan Ilir
Sumber:


