Bupati Muba Ikuti Rakor Pengentasan Kemiskinan di Griya Agung

Bupati Muba Ikuti Rakor Pengentasan Kemiskinan di Griya Agung

Rakor sinergi pengentasan kemiskinan di Griya Agung, Palembang, Kamis 5 Februari 2026. Foto: Diskominfo Muba--

PALEMBANG, oganilir.co - Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat sinergi lintas daerah dalam upaya pengentasan kemiskinan. Hal tersebut tercermin dalam Rapat Koordinasi Sinergi Program Pengentasan Kemiskinan se-Provinsi Sumatera Selatan Tahun 2026 yang dihadiri Bupati Musi Banyuasin (Muba) HM Toha Tohet SH, di Griya Agung Palembang, Kamis 5 Februari 2026.

Dalam kegiatan tersebut, Bupati Muba hadir bersama Asisten I Setda Muba H Ardiansyah SE MM PhD CMA, Kepala BPS Kabupaten Musi Banyuasin Trio Wira Dharma SST MM, Plt Kepala Dinas Sosial Muba Deny SH MSi, Plt Kepala Dinas Kominfo Muba Daud Amri SH, Kabag Perekonomian Setda Muba Adi Manopo MPd, dan Kabag Prokopim Setda Muba Agung Perdana SSTP MSi. 

Rapat koordinasi dipimpin langsung oleh Gubernur Sumatera Selatan Dr H Herman Deru bersama Wakil Gubernur Sumsel Cik Ujang, serta dihadiri Ketua BPS Sumsel Muhammad Wahyu Yulianto dan para bupati/wali kota se-Sumatera Selatan.

BACA JUGA:Evaluasi Bantuan Hukum, Pemkab Muba Prioritaskan Warga Kurang Mampu

Kegiatan diawali dengan rilis resmi Badan Pusat Statistik (BPS) Pusat yang disampaikan Kepala BPS RI Amalia Adininggar Widyasanti. Dalam paparannya, ekonomi Indonesia sepanjang 2025 tercatat tumbuh sebesar 5,11 persen secara tahunan (year on year), sedikit di bawah target APBN 2025 sebesar 5,2 persen.

"Pada triwulan IV 2025, ekonomi nasional tumbuh 5,39 persen, menjadi capaian kuartalan tertinggi sejak pandemi COVID-19. Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 tercatat stabil dengan variasi antar-triwulan, " kata Kepala BPS Pusat. 

Sementara itu, Kepala BPS Sumsel Muhammad Wahyu Yulianto menyampaikan bahwa persentase penduduk miskin di Sumatera Selatan per September 2025 berada pada angka 9,85 persen, turun 0,30 persen poin dibandingkan Maret 2025. Jumlah penduduk miskin tercatat 898,24 ribu orang, berkurang sekitar 21,4 ribu orang.

BACA JUGA:Pemkab Muba Raih Penghargaan dari Ombudsman, ini Pesan Bupati Toha

Ia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi Sumsel mencapai 5,35 persen, tertinggi kedua di Pulau Sumatera setelah Kepulauan Riau. "Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sumsel berada di angka 3,59 persen, menunjukkan tren penurunan dibandingkan periode sebelumnya," ungkapnya. 

Dalam kesempatan tersebut, BPS Sumsel juga mengajak seluruh pemerintah daerah untuk berpartisipasi aktif dalam Sensus Ekonomi 2026, sebagai dasar penting dalam perencanaan pembangunan dan pengambilan kebijakan.

Gubernur Sumsel H Herman Deru menyampaikan bahwa capaian ekonomi dan sosial yang disampaikan BPS menjadi gambaran kerja bersama seluruh kabupaten dan kota. Ia menyebutkan bahwa pergerakan pembangunan di daerah memiliki pengaruh langsung terhadap kinerja provinsi dan nasional.

Menurutnya, penurunan angka kemiskinan dan pengangguran terjadi seiring dengan meningkatnya pendapatan masyarakat dan upaya pengendalian biaya hidup.

BACA JUGA:Mantan Ketum PBNU Hadiri Harlah NU di Muba

“Data yang disampaikan menunjukkan bahwa Sumatera Selatan memiliki peran besar dalam pertumbuhan ekonomi nasional,” ujarnya.

Sumber: