Beruntungnya, ada seorang wanita dari kaum Anshar yang memberikan usulan kepada Rasulullah SAW. Wanita itu memiliki seorang budak yang terampil dalam pertukangan kayu, lalu menawarkan jasa budaknya untuk membuat mimbar khusus bagi beliau. Mendengar hal itu, Nabi Muhammad SAW mempersilahkannya.
Setelah mimbar selesai dibuat, pada Jumat berikutnya langsung digunakan Rasulullah SAW untuk menyampaikan khutbahnya. Beliau sempat melalui pohon kurma yang dahulu digunakannya untuk bersandar saat khutbah.
BACA JUGA:Ini 5 Adab Minum Sebagaimana Sunnah Nabi Muhammad SAW
Ketika Nabi Muhammad SAW menaiki mimbar dan berkhutbah, seketika terdengar suara rintihan memelas seperti menangis. Terkadang suaranya seperti unta yang berteriak karena sedang bunting, terkadang juga suaranya seperti rintihan anak kecil yang menangis.
Suara tangisan itu terdengar semakin kencang, bahkan debu-debu dari tembok masjid ikut berguguran. Para sahabat yang mencari sumber suara tangisan itu merasa kebingungan.
Rasulullah SAW yang menyadari akan hal itu kemudian turun dari mimbarnya. Beliau mendekati batang pohon kurma dan mengusapnya dengan lembut, seperti seorang ayah yang menenangkan anaknya yang sedang bersedih. Setelah itu, Nabi Muhammad SAW berkata,
BACA JUGA:Wabup Ardani Hadiri Peringatan Maulid Nabi Muhammad di PGRI Palembang
"Sekarang kamu boleh memilih antara ditanam di tempatmu semula, dengannya kamu dapat tumbuh berkembang sebagaimana sebelumnya, atau ditanam di surga, dengannya kamu bisa meresap sungai-sungai dan mata air di sana, lalu kamu akan tumbuh dengan baik dan buah-buahanmu nanti akan dipetik oleh para kekasih Allah SWT. Apa pilihanmu akan aku lakukan."
Setelah diusap dan ditenangkan oleh beliau, akhirnya perlahan batang pohon itu berhenti menangis. Lalu, Nabi Muhammad SAW menjelaskan kepada para pengikutnya bahwa pohon itu merasa sedih karena ditinggalkan.
Sebab, pohon itu sudah lama menjadi tempat Rasulullah SAW bersandar. Namun ketika ia memiliki mimbar baru, pohon kurma tersebut merasa kehilangan karena sudah tidak lagi digunakan.
BACA JUGA:Nabi Muhammad Sakit Dua Kali
Dalam redaksi lain, menurut Syaikh Abu Bakar, pohon kurma itu menangis karena mendengar zikir Rasulullah SAW. Lalu ia merasa sedih karena berpisah dengan beliau yang selalu berkhutbah di atasnya. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW bersabda,
"Ia menangis karena dzikir yang dulu biasa ia dengar." (HR. Bukhari no. 2095. Disebutkan dalam Riyadh Ash-Shalihin karya Imam Nawawi pada hadits no. 1831)
Setelah kejadian itu, Masjid Nabawi dilakukan sejumlah renovasi. Batang pohon tersebut lalu disimpan di rumah Ubay bin Ka'ab. Namun, seiring waktu batang pohon kurma itu rusak dan dimakan rayap.
BACA JUGA:6 Buah Kesukaan Nabi Muhammad SAW, Banyak Manfaat untuk Kesehatan
"Tatkala Masjid Nabawi dihancurkan untuk direnovasi, Ubay bin Ka'ab mengambil batang pohon tersebut dan ia simpan di rumahnya sampai rusak dan remuk dimakan rayap." (HR Ahmad dan Ibnu Majah)