Bupati Ogan Ilir Dampingi Gubernur Sumsel Tinjau Progres Pembangunan Sekolah Rakyat

Jumat 30-01-2026,10:13 WIB
Reporter : DNN
Editor : Sardinan

OGANILIR.CO-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memastikan bahwa fasilitas pendidikan Sekolah Rakyat di Kabupaten Ogan Ilir ditargetkan mulai beroperasi pada tahun ajaran baru 2026/2027.

Kepastian ini disampaikan Gubernur saat meninjau langsung progres pembangunan Sekolah Rakyat di Desa Mekar Sari, Kecamatan Rantau Alai, Kabupaten Ogan Ilir, Kamis 29 Januari 2026.

Turut  mendampingi  H Herman  Deru,  Bupati Ogan Illr Panca Wijaya Akbar dan instansi  terkait  lainnya.

BACA JUGA:Bupati Panca Dampingi Gubernur Sumsel Tempuh 160 KM Melintasi 10 Kecamatan di Ogan Ilir

Herman Deru optimis, kehadiran sekolah ini akan menjadi "oase" bagi anak-anak kurang beruntung di Bumi Sriwijaya.

Herman Deru menjelaskan bahwa Ogan Ilir merupakan satu dari tiga titik pembangunan Sekolah Rakyat di Sumsel. Dua lokasi lainnya berada di Teluk Gelam (Kabupaten OKI) dan Kabupaten Empat Lawang.

"Progresnya sangat baik dan sesuai rencana. Kami menargetkan pada pertengahan tahun 2026, seluruh fasilitas ini sudah bisa dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Gubernur Sumsel.

BACA JUGA:Dirut BEI Mengundurkan Diri, Ada Apa?

Pembangunan fisik sekolah ini telah berjalan sejak akhir 2025 di atas lahan seluas 8,5 hektar milik Pemkab Ogan Ilir. Proyek yang dikerjakan oleh PT Waskita ini didanai oleh APBN dengan nilai mencapai kurang lebih Rp 250 miliar.

Bupati Ogan Ilir, Panca Wijaya Akbar, menambahkan bahwa pengerjaan terus dikebut agar selesai tepat waktu pada bulan Juli mendatang. Mengenai kriteria siswa, pihaknya akan mengacu pada data dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI.

"Target kami Juli ini fisik selesai. Jadi, saat tahun ajaran baru dimulai, anak-anak yang selama ini kesulitan biaya atau sempat putus sekolah bisa langsung masuk dan belajar di sini," kata Bupati Panca.

BACA JUGA:Pemkab Muba Raih Penghargaan dari Ombudsman, ini Pesan Bupati Toha

Kehadiran Sekolah Rakyat ini diharapkan tidak hanya menekan angka putus sekolah di Sumatera Selatan, tetapi juga menjadi model pendidikan inklusif yang mampu mengangkat derajat ekonomi keluarga melalui jalur edukasi (Sid)

Kategori :