Terkait Sensus Ekonomi 2026, Gubernur mengajak seluruh jajaran pemerintah daerah untuk membuka ruang seluas-luasnya bagi petugas sensus hingga ke tingkat RT dan RW, guna memperoleh gambaran ekonomi yang utuh dan aktual.
Di sela kegiatan, Bupati Muba H M Toha Tohet SH menyampaikan bahwa Kabupaten Musi Banyuasin pada tahun 2025 berhasil menurunkan angka kemiskinan dari 12,88 persen menjadi 9,97 persen. Capaian tersebut menempatkan Muba pada posisi satu digit dan menjadi titik balik setelah lebih dari dua dekade berada dalam kategori kemiskinan tinggi.
BACA JUGA:Pemkab Muba Raih UHC Award 2026, ini Kriterianya
Lanjutnya, hasil tersebut merupakan buah dari konsistensi kebijakan dan program intervensi yang dijalankan secara berkelanjutan oleh Pemkab Muba.
"Program penanggulangan kemiskinan yang dijalankan telah diarahkan pada peningkatan kesejahteraan penduduk miskin dan kelompok rentan di sekitar garis kemiskinan, serta disesuaikan dengan pendekatan multiple interventions sebagaimana direkomendasikan oleh Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K)," ucap Bupati Toha.
Sejumlah program yang dijalankan antara lain menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok melalui TPID, operasi pasar, dan program Desa Cantik; pengurangan beban pengeluaran melalui Bantuan Tunai Bantu Umak, Bakul Nasi, dan Jamkesda; serta peningkatan pendapatan masyarakat melalui program Pedas Nia, KUBE/UEP, Program Keluarga Maju, dan Jaminan Ketenagakerjaan Pakai Kelambu.
BACA JUGA:Dukung Program Lisdes, Pemkab Muba Permudah Perizinan
Selain itu, upaya pengurangan kantong kemiskinan dilakukan melalui peningkatan akses layanan dasar, pembangunan infrastruktur, perbaikan kualitas perumahan, serta peralihan layanan listrik dari MEP ke PLN.
Sebelumnya Bupati Muba juga melakukan penandatanganan komitmen bersama untuk menyukseskan Sensus Ekonomi 2026. Pemkab Muba menyatakan kesiapan mendukung pelaksanaan sensus tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat basis data pembangunan dan menjaga keberlanjutan program pengentasan kemiskinan. (ril/dri)