Tersangka Herman saat itu membantu infus kakak korban yang berdarah. Saat itulah Herman menjadikan DAS sebagai target prilaku menyimpangnya.
Usai memperbaiki infus, Herman mengajak korban ke ruangan lain untuk diperiksa kesehatan.
Tersangka sendiri adalah honorer perawat di RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau. Warga Jalan Lakitan RT 05, Kelurahan Pasar Satelit, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Kota Lubuklinggau, Sumatera Selatan itu ternyata hidup normal. Punya anak dan istri.
BACA JUGA:RA Anita : Ketua DPD Golkar Ogan Ilir Adalah Ir H Endang, Tidak Ada Dualisme
Tersangka sudah ditangkap Tim Macan Satreskrim Polres Lubuklinggau malam itu juga atas laporan ayuk korban.
Modusnya pelaku membujuk untuk cek kesehatan fisik, dengan iming-imingi akan dibantu mengurus tes kesehatan jika ingin masuk polisi.
"Ya modusnya cek kesehatan fisik," jelas Kapolres Lubuklinggaun AKBP Harissandi SIK MH, didampingi Kasat Reskrim AKP Robi Sugara, Kanit Reskrim Ipda Jemmy Amin Gumayel, dan Kanit PPA Ipda Cristine, saat pers rilis, Jumat, 16 September 2022.
Kronologisnya, awalnya pada malam itu korban menjaga kakak perempuannya (ayuk), yang sedang dirawat di Kamar A9, lantai II RSUD Siti Aisyah Lubuklinggau.
BACA JUGA:RA Anita : Ketua DPD Golkar Ogan Ilir Adalah Ir H Endang, Tidak Ada Dualisme
Korban melihat infus kakak berdarah, lalu korban cari perawat agar mengecek kakaknya. Karena perawat tidak ada di lantai II, korban turun ke lantai I dan bertemu dengan tersangka.
Setelah itu, tersangka datang ke kamar pasien (kakak korban), untuk mengecek infus.
Setelah selesai mengecek infus, tersangka mengajak korban ke ruang kantin lantai II, korban disana diiming-imingi, dibujuk rayu.
Korban oleh tersangka dipuji. Badannya bagus, harus dicek kesehatan agar mudah masuk polisi, lalu korban disuruh tersangka buka baju dan buka celana berikut celana dalam korban sampai diatas lutut. Kemudian menyampaikan ke korban "Bagus alat kelaminnya (korban)".
BACA JUGA:RA Anita : Ketua DPD Golkar Ogan Ilir Adalah Ir H Endang, Tidak Ada Dualisme
Lalu tersangka memegang kelamin korban dengan tangan agar tegang, namun tidak tegang.
Lalu korban disuruh menggunakan pakaian lengkap, selanjutnya pelaku mengajak korban pindah ke salah satu ruangan pasien yang kosong di lantai II, kemudian masuk ke dalam kamar ruangan dan menguncinya.