“Pengen dapat kerjaan yang lebih baik, yang menetap, yang nggak nyari-nyari lagi, pengen begitu saya. Cuma kan kadang-kadang faktor umur. Umur 38 kadang-kadang susah ya buat nyari kerja-kerjaan yang tetap ya,” katanya.
Di tengah segala keterbatasan yang ada pada keluarganya, Habibi tetap melangkah dan yakin bahwa dirinya bisa tetap melanjutkan sekolah.
Setiap siang ia berjalan menuju sekolah, setiap akhir pekan membantu menarik delman. Di antara roda kayu dan seragam kusamnya, terselip harapan kecil yang terus ia jaga. Habibi hanya ingin bisa terus sekolah dan suatu hari membahagiakan keluarganya. (Kompas.com/dri)