Trump Minta Bantuan Sekutu Amankan Selat Hormuz Namun Dicuekin

Selasa 17-03-2026,05:55 WIB
Reporter : Dendi Romi
Editor : Dendi Romi

BACA JUGA:Houthi Girang Motjaba Khamenei Terpilih Jadi Pemimpin Tertinggi Iran, Pukulan Telak Bagi Musuh

Trump, seperti dilansir Reuters, Senin (16/3/2026), menyerukan sekutu-sekutu AS untuk membentuk koalisi guna membuka kembali jalur perairan yang vital tersebut.

Dengan perang menciptakan kekacauan di seluruh Timur Tengah dan mengguncang pasar energi global, Trump menegaskan pada Ahad (15/3) bahwa negara-negara yang sangat bergantung pada minyak dari Teluk memiliki tanggung jawab untuk melindungi Selat Hormuz, yang dilalui 20 persen pasokan energi global.

"Saya menuntut agar negara-negara ini datang dan melindungi wilayah mereka karena itu adalah wilayah mereka. Itu merupakan tempat di mana mereka mendapatkan energi mereka," kata Trump kepada wartawan di pesawat kepresidenan Air Force One dalam penerbangan dari Florida ke Washington DC.

BACA JUGA:Sah... Motjaba Khamenei Pemimpin Tertinggi Iran Baru

Trump mengungkapkan bahwa pemerintahannya telah menghubungi tujuh negara, tetapi dia tidak menyebutkan nama negara-negara tersebut.

Dalam postingan media sosialnya pada akhir pekan lalu, Presiden AS itu berharap agar China, Prancis, Jepang, Korea Selatan (Korsel), Inggris, dan negara-negara lainnya akan berpartisipasi.

Pasar di Asia dibuka dengan hati-hati pada Senin (16/3), dengan minyak mentah Brent naik lebih dari 100 persen di atas US$ 104,50 dan pasar saham regional sebagian besar melemah setelah komentar Trump soal melibatkan negara-negara sekutu AS dalam membantu menjaga keamanan Selat Hormuz.

BACA JUGA:Janji Ditepati, Iran Luncurkan Rudal Baru ke Pangkalan Militer AS Hingga Israel

Perdana Menteri (PM) Jepang Sanae Takaichi mengatakan pada Senin (16/3) bahwa negaranya, yang terikat oleh konstitusi yang menolak perang, tidak memiliki rencana untuk mengirimkan kapal-kapal angkatan laut untuk mengawal kapal-kapal di Timur Tengah.

"Kami belum membuat keputusan apa pun tentang pengiriman kapal-kapal pengawal. Kami terus meneliti apa yang dapat dilakukan Jepang secara independen dan apa yang dapat dilakukan dalam kerangka hukum," kata Takaichi kepada parlemen Jepang.

Australia, yang merupakan salah satu sekutu utama Indo-Pasifik bagi AS, mengatakan pihaknya belum diminta, namun juga menegaskan bahwa mereka tidak akan mengirimkan kapal-kapal angkatan laut untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.

BACA JUGA:Iran Siap Keluarkan Senjata Baru Lawan AS-Israel

"Kami tahu betapa pentingnya hal tersebut, tetapi itu bukan sesuatu yang diminta kepada kami atau yang kami bantu," tegas Catherine King, anggota kabinet PM Australia Anthony Albanese, dalam wawancara dengan televisi terkemuka ABC.

Trump Desak Sekutu Amankan Jalur

Seruan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump kepada sejumlah negara untuk membantu mengamankan jalur pelayaran di Selat Hormuz tidak mendapat tanggapan. Selat tersebut kini diblokir Iran sejak perang dengan AS-Israel dimulai.

Kategori :