Yusri menyebut keempat tersangka itu berasal dari dua matra. "Dari AL dan AU," imbuh dia.
Diduga Ada yang Perintah
Empat prajurit TNI tersebut kini menjalani pemeriksaan intensif di Puspom TNI. Penyidik masih mendalami kemungkinan adanya pihak yang memberi perintah dalam aksi penyiraman air keras tersebut.
"Terkait perintah siapa nih? Jadi nanti kita masih sedang mendalami karena perlu istilahnya pengumpulan saksi, kemudian bukti-bukti yang ada," kata Yusri Nuryanto.
Para pelaku merupakan anggota BAIS TNI dari matra AL dan AU, yakni Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES. Selain itu, penyidik juga mendalami motif di balik aksi tersebut.
BACA JUGA:Wakil Panglima TNI Pimpin Upacara Kenaikan Pangkat 139 Pati, ini Rinciannya
Yusri memastikan pengusutan dilakukan secara transparan hingga tahap persidangan.
"Kemudian masalah transparansi untuk masalah penyidikan, jadi Puspom TNI akan bekerja secara professional. Kita nanti akan sampaikan bagaimana tahap-tahap mulai proses penyidikan, pemberkasan kemudian penyerahan berkas ke Otmil sehingga nanti dalam proses persidangan," jelas Yusri.
"Percaya sama kita, kita akan berlaku, akan bertindak professional kemudian akan transparan," imbuhnya.
Penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi pada Kamis (12/3) malam di Salemba, Jakarta Pusat. Akibat kejadian tersebut, Andrie mengalami luka serius dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit. (detik.com/dri)